Lombok Post
Poltekpar Lombok Today

Kemenpar Berikan Pelatihan TOT Desa Wisata kepada 20 Dosen

PEMBINAAN: Diana Simanjuntak, master trainers dari Kementerian Pariwisata menyampaikan materi kepada 20 dosen Politeknik Pariwisata Lombok.

DENGAN akan dikembangkannya 99 desa wisata yang ada di NTB, kehadiran fasilitator tentunya sangat penting untung meninjau perkembangan SDM yang ada. Oleh sebab itu, Kementrian Pariwisata memberikan pelatihan kepada 20 dosen Politeknik Pariwisata Lombok, yang nantinya akan mendampingi masyarakat dalam mengelola serta meningkatkan pariwisata.

Training of Trainers (TOT) dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 5-6 September 2019 di kampus Politeknik Pariwisata Lombok. Diana Simanjuntak, selaku master trainer dari Kementrian Pariwisata mengatakan, bahwa pada tahun 2019, Kemenpar mencoba menerapkan metode pendampingan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Dengan tujuan untuk meningkatkan mutu destinasi wisata yang akan dikelola.

“Kami dari Kemenpar ditugaskan untuk memberikan pelatihan kepada dosen, yang nantinya akan menjadi fasilitator untuk masyarakat setempat. Programnya khusus untuk pengelola desa wisata dan homestay,” kata Diana.

Dosen Politeknik Pariwisata Lombok yang akan menjadi fasilitator, harus siap untuk terjun menjadi mitra masyarakat. Program tersebut bersifat jangka panjang, artinya fasilitator akan mendampingi masyarakat dalam setiap pengelolaan pariwisata. Mulai dari jenjang rintisan, berkembang, maju, hingga mandiri, dimana masyarakat sudah bisa dilepas untuk bergerak sendiri.

“Tidak seperti pelatihan biasanya yang diberikan oleh instansi maupun perguruan tinggi pada umumnya, namun nantinya masyarakat pengelola desa wisata akan terus dipantau. Waktu yang dibutuhkan juga tidaklah cepat, sebab untuk jenjang rintisan saja bisa sampai enam bulan bahkan lebih,” ucap Diana.

Jadi, teknisnya dosen Poltekpar yang nantinya menjadi fasilitator akan berkenalan terlebih dahulu, kemudian meninjau permasalahan yang ada di desa wisata, lalu merencanakan pemberdayaan, dan melakukan pelatihan. Tidak hanya itu saja, namun fasilitator juga wajib untuk datang memantau perkembangan, sehingga masyarakat tidak merasa ditinggal.

Diana Simanjuntak menambahkan, bahwa program ini juga bertujuan untuk membantu gubernur dalam mewujudkan 99 desa wisata. Sehingga peran Poltekpar yang menjadi perguruan tinggi pariwisata terbesar di NTB, sangatlah penting untuk meningkatkan mutu SDM yang tersedia. Sekaligus menjadikan peran dosen tersebut lebih luas, dan permasalahan yang ada di masyarakat desa wisata bisa diselesaikan.

“Kita juga akan mendiskusikan, bagaimana cara mencari mitra kerja yang bersedia memberikan pengadaan dana, untuk membantu desa wisata. Namun bukan berarti tanpa mitra kerja, programnya tidak bisa berjalan. Yang paling penting, sumber daya manusianya yang kita tingkatkan mutunya terlebih dahulu. Sebab SDM mampu mengubah sesuatu, sedangkan fasilitas tidak bisa diubah jika tidak ada SDM yang mengelola,” tambah master trainer tersebut. (lrs)

Berita Lainnya

Lombok Harus Gencar Halal Tourism

Redaksi Lombok Post

Mahasiswa PKL ke Tana Toraja

Redaksi Lombok Post

Gelar Lombok Tabex November Mendatang

Redaksi Lombok Post

Gelar Gala Dinner Event Hingga Desember

Redaksi Lombok Post

Peran Dosen di Kancah Internasional

Redaksi Lombok Post

Rutin Gelar Bakti Wisata

Redaksi Lombok Post

320 Mahasiswa Baru Widyawisata ke Industri

Redaksi Lombok Post

Turut Mengembangkan SDM Pariwisata Labuan Bajo

Redaksi Lombok Post

Peningkatan Kompetensi SDM di Mandalika

Redaksi Lombok Post