Lombok Post
Giri Menang Headline

Lalu Zulfikar Ali Sorot Perekrutan Pegawai PLTU Jeranjang

GIRI MENANG-Perekrutan tenaga kerja di PLTU Jeranjang oleh PT Corgindo Daya Bersama disorot anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) Lalu Zulfikar Ali. Ia mengaku kecewa dengan pihak PLTU Jeranjang atau perusahaan yang mengabaikan masyarakat desa yang melamar bekerja di desa tersebut. Justru, pihak perusahaan dinilai mengutamakan pelamar dari luar desa.
“Masyarakat kami di Desa Taman Ayu banyak yang tidak lolos seleksi. Padahal mereka punya pengalaman kerja dan kemampuan ditunjukkan dengan sertifikasi yang ada,” bebernya kepada Lombok Post Sabtu (7/9).

Ia mengungkapkan, pelamar yang lolos ke tahap terakhir justru sebagian berasal dari luar desa. Bahkan luar kabupaten Lombok Barat. Ini sama artinya membuat warga Desa Taman Ayu yang menjadi lokasi berdirinya PLTU Jeranjang hanya menjadi penonton.

Sehingga ia selaku wakil rakyat yang juga warga Desa Taman Ayu mempertanyakan alasan pihak perusahaan menggugurkan para pelamar dari desa setempat. Padahal, dari segi kompetensi, mereka merupakan lulusan SMK jurusan kelistrikan, komputer dan teknik mesin. Karena mereka memang disiapkan untuk bekerja di PLTU Jeranjang.
Belum lagi, ada juga diantara pelamar yang sudah bekerja bertahun-tahun di PLTU Jeranjang namun tidak diterima. Mereka mendaftar kembali di PT Cogindo karena kontrak kerja dengan perusahaan sebelumnya sudah habis.

“Masyarakat kami di Desa Taman Ayu ini sudah banyak terkena dampak negatif PLTU Ini, kasihlah warga kami ini dampak positifnya dengan bekerja di sana,” pintanya.
Asap debu sisa pembakaran mesin uap PLTU, polusi suara mesin pembangkit yang memekakan telinga, dampak abrasi pesisir Pantai Induk, hingga dampak lingkungan lainnya terhadap sektor pertanian atau kehidupan sosial masyarakat juga banyak dirasakan. Namun pihak PLTU justru terkesan mengabaikan warga.

Dengan kondisi ini, warga Desa Taman Ayu kini resah. Lantaran banyak diantara mereka yang tidak diterima bekerja. Ia khawatir hal ini akan memicu reaksi dari masyarakat setempat. “Mereka semua datang mengeluhkan persoalan ini ke saya, maka sudah menjadi kewajiban saya menyampaikan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Menguatkan pernyataan Lalu Zulfikar Ali, Ahmad Sayadi salah satu pelamar di PT Cogindo juga mengaku dirinya tidak lolos saat tes psikologi. Ia mengaku tidak tahu bagaimana mekanisme penilaian tes psikologi. “Saya dikasih tahu kalau saya tidak lolos,” ucapnya.

Padahal, kepada Lombok Post, Sayadi menunjukkan sejumlah sertifikasi keahlian yang ia miliki. Maklum, ia sebelumnya sudah bekerja di PT Jurong Engineering Lestari dan PT Barata yang juga berada di PLTU Jeranjang. “Saya bekerja di PLTU Jeranjang lima tahun. Tapi perusahaan tempat saya bekerja pindah makanya kontrak saya habis,” tuturnya.

Dengan pengalaman kerjanya, ia merasa sangat yakin bakal diterima saat melamar di PT Corgindo. Sayang justru, ia tidak lolos karena kalah saing dengan pelamar dari luar daerah.

Pihak PLTU Jeranjang yang dikonfirmasi Lombok Post melalui bagian Humas PT Indonesia Power Angga menjelaskan jika perekrutan tenaga kerja berada di ranah PT Cogindo. Karena lowongan tersebut berada di perusahaan Cogindo Daya Bersama, bukan di Indonesia Power.

“Tetapi kami dari PT Indonesia Power juga sudah membantu menyampaikan aspirasi dari warga untuk mengkomunikasikannya semaksimal mungkin,” jelas Angga.

Informasi yang ia dapatkan kewenangan dan kebijakan rekrutmen langsung dari Cogindo kantor pusat di Jakarta. Hanya memang ada Cogindo unit yang beropeasi di PLTU Jeranjang.

Pihak Cogindo melalui supervisor Andryani yang dikonfirmasi mengaku mereka sudah mengupayakan agar aspirasi warga bisa diterima kantor pusat. Saat ini mereke berkoordinasi dengan pengurus pusat mengenai perekrutan tenaga kerja ini. “Kami Cogindo unit masih terus mengusahakan mengkomunikasikan hal tersebut dengan pimpinan kami di kantor pusat,” jelasnya. (ton)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post