Lombok Post
Headline Pendidikan

Terpilih Selenggarakan Cagar Budaya Masuk Sekolah

Peduli Sejarah
PEDULI SEJARAH : Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram HL Fatwir Uzali (gunting pita) meresmikan dibukanya Pameran Cagar Budaya Masuk Sekolah di SDN 1 Ampenan, kemarin.

SDN 1 Ampenan

MATARAM—SDN 1 Ampenan dipercaya sebagai tempat penyelenggara pameran Cagar Budaya Masuk Sekolah oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali Wilayah Kerja Provinsi Bali–NTB–NTT. Kegiatan pameran ini bisa dikunjungi sejak kemarin hingga Minggu (8/9) besok.

Kepala SDN 1 Ampenan Joharyuni mengatakan, sekolahnya dipilih karena memiliki historis kuat sebagai salah satu sekolah rakyat (SR). Sekolah ini dibangun Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1918.

“Pameran bertujuan menginformasikan dan mempublikasikan nilai–nilai penting sejarah ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan kepada generasi muda khususnya para pelajar,” jelasnya.

Diharapkan pameran ini dapat memberikan apresiasi positif kepada peninggalan budaya masa lalu yang merupakan akar dari kebudayaan di masa kini.

Di tahun yang sama, sekolah yang bergelar Laskar Malomba ini kembali mendapatkan kesempatan menjadi salah satu sekolah model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Program yang diinisiasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) ini digulirkan dalam rangka membangun budaya mutu sekolah. Program ini melibatkan beberapa sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah model.

Selanjutnya sekolah yang ditunjuk berkewajiban mengimbaskan kepada lima sekolah negeri yang diajukan oleh dinas pendidikan dan ditetapkan oleh Kemendikbud.

Joharyuni memaparkan program sekolah model SPMI telah berjalan selama dua tahun dan memasuki tahun ketiga pada 2019. Berjalannya program tersebut membawa dampak besar bagi sekolah termasuk peningkatan rapor mutu dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut terlihat pada peningkatan kapasitas lulusan yang diukur dari nilai perolehan Ujian Nasional yang makin meningkat tiap tahunnya secara signifikan.

“Yaitu pada tahun pelajaran 2016/2017 peringkat ke-32, tahun pelajaran 2017/2018 peringkat ke-30, dan tahun pelajaran 2018/2019 peringkat ke-21 se-Kota Mataram,” ungkapnya.

Sebagai sekolah model SPMI, Laskar Malomba menjalin kerjasama dengan sekolah sekitar yang menjadi Sekolah Imbas. Adapun sekolah yang menjadi sekolah imbas adalah, SDN 7 Ampenan, SDN 13  Ampenan, SDN 23 Ampenan, SDN 28 Ampenan dan SDN 33 Ampenan . Dari kelima sekolah tersebut diharapkan dapat mengikuti praktik baik di Laskar Malomba sebagai bentuk aplikasi program Sekolah Model SPMI. Dengan demikian untuk kedepannya pemerataan penddikan disetiap sekolah dapat terwujud.

Joharyuni menambahkan, melalui program sekolah model, sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah model SPMI diberikan penguatan dan pembinaan. Sehingga mampu menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan internal secara sistematik, holistik, dan berkelanjutan. Agar budaya mutu dapat berkembang secara mandiri pada sekolah tersebut.

“Sampai bulan ini dari beberapa tahapan pelaksanaan program implementasi SPMI telah dilaksanakan sejumlah tiga tahapan  dan masih dalam proses pemantapan sehingga untuk siklus berikutnya dapat berjalan sesuai harapan,” tandasnya. (ida)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post