Lombok Post
Kriminal

Polisi Tembak Pembobol Brankas

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam memintai keterangan pelaku curat berinisial SU dan AR di Mapolres Mataram, kemarin (9/9).

MATARAM-Residivis pelaku pencurian pemberatan (curat) SU kembali berurusan dengan hukum. Warga Turida Timur, Sandubaya itu kembali melakukan aksi pencurian.

Kali ini pria berusia 40 tahun itu membobol salah satu kantor lembaga pembiayaan (finance) di Jalan Sriwijaya.  Dia melakukan aksinya bersama rekannya berinisial AR.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, SU sudah lima kali masuk penjara. Seluruhnya, melakukan tindakan di wilayah hukum Polres Mataram. ”Kali ini yang keenam masuk penjara karena kasus pencurian,” kata Saiful, kemarin (9/9).

Saat beraksi, SU dan AR membagi tugas. Mereka masuk ke dalam kantor finance tersebut dengan cara memanjat bangunan belakang kantor. ”Mereka memanjat menggunakan tangga,” ujarnya.

Lalu merusak terali ventilasi udara di lantai dua. Mereka merusaknya menggunakan alat cukit dan tang. ”Selanjutnya pelaku masuk kedalam dan turun ke lantai satu,” terangnya.

Selanjutnya, masuk ke ruang penyimpanan brankas. Mereka menggergaji gembok pengunci brankas. “Dia berhasil mengambil beberapa barang kantor,” kata dia.

Seperti lanjutnya, Uang tunai Rp. 9.558.000, 10  Buah BPKB Sepeda Motor, 3 handphone,  proyektor, dan kamera. ”Kantor mengalami kerugian sebesar Rp. 84.958.000,” jelasnya.

Ditangkapnya SU dan AR berawal dari ditemukannya kamera hasil pencuriannya yang dikuasai iparnya, inisial HOM.  Kemudian, tim melakukan pengembangan dan melakukan pengejaran pelaku. ”Iparnya itu mengaku mendapatkan kamera itu dari SU,” jelasnya.

Saat digerebek dirumahnya, SU berhasil melarikan diri. Tepatnya, pada 4 September lalu, tim mendapatkan kabar kalau Supardi keluar dari tempat persembunyiannya. ”Pelaku dibuntuti ternyata dia sedang dibonceng rekannya,” ujarnya.

Tepatnya, di depan Pizza Hut, tim langsung melakukan tindakan. Saat ditangkap, dia melakukan perlawanan. ”Sehingg tim melumpuhkan pelaku,” bebernya.

Saat digeledah, tim menemukan dua buah cukit, tang dan satu handphone Nokia. ”Selanjutnya, tim membawa pelaku Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, SU dan AR diancam dengan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh  tahun penjara. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post