Lombok Post
Kriminal

Pungli Kebon Roek Diserahkan ke Inspektorat

Kombes Pol Syamsudin Baharuddin

MATARAM-Penyelidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Kebon Roek tak dilanjutkan. Polisi  menyerahkan kasus tersebut ke inspektorat.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, pada operasi pungli tersebut polisi menemukan  kejanggalan pada penyetoran para pedagang. Mereka seharusnya menyetorkan Rp 800 per pedagang per meter persegi.

Tetapi, para pedagang dikenakan tarif hingga Rp 2.000. Sehingga ada selisih Rp 1.200 dari setiap pedagan. ”Kelebihan penyetoran itu yang menjadi persoalan,” Syamsudin, kemarin (9/9).

Saat anggota turun, ditemukan ada Rp 117 ribu yang menjadi barang bukti. Kelebihan pungutan itu mereka dapatkan per hari. ”Tetapi, kasus ini sudah di inspektorat Kota Mataram sekarang,” ucapnya.

Penyerahan kasus itu ke inspektorat itu sebagai langkah proses yustisi atau pembinaan.  Proses yustisi itu sudah diatur dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendagri, Polri, dan Kejaksaan. ”Kita berpegangan pada aturan itu,” ungkapnya.

Pelaku juga sudah meminta maaf. Sehingga, hanya terkena sanksi administratif. ”Uang hasil temuan Pungli juga sudah disetorkan ke daerah,”

Selama proses penyelidikan, polisi telaah memeriksa beberapa saksi. Diantaranya, Kepala Pasar Kebon Roek serta Kadis Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin.

Kasus Pungli di Pasar Kebon Roek harus menjadi pelajaran. Jangan sampai terulang kembali. ”Baik itu di Pasar Kebon Roek ataupun pasar lainnya,” peringatnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post