Lombok Post
Headline Kriminal

Zainal Tewas, Empat Polisi Diperiksa

KETERANGAN PERS : Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama saat memberikan keterangan pers di Mapolda NTB, kemarin (9/9).

MATARAM-Tewasnya Zaenal Abidin berbuntut panjang. Polda NTB mulai bertindak. Empat anggota polisi yang dduga terlibat dalam tindak kekerasan terhadap  warga Tunjang Lauk, Paokmotong, Masbagik itu diperiksa Bidpropam Polda NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim investigasi. Hal  ini guna mendalami fakta sebenarnya. ”Kalau yang benar kita katakan benar,” kata Nana saat jumpa pers di Mapolda NTB, kemarin (9/9).

Dia sudah memanggil anggota yang bertugas saat itu. Mereka diperiksa di Bidpropam. ”Sekarang masih dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Ada empat anggota yang saat ini diperiksa. Mereka adalah anggota yang saat itu sedang berjaga. ”Sementara empat orang anggota kita periksa dulu,” ucapnya.

Kapolda berjanji tidak akan menutup nutupi hasil pemeriksaan. Polda NTB akan memberikan keterangan sesuai fakta dan bukti yang dikumpulkan. ”Saya memposisikan kasus ini  yang benar adalah benar,” tegasnya.

 Nana membeberkan kronologis terjadinya pemukulan. Pada Kamis pagi (5/9) lalu, Ihsan (keponakan Zainal Abidin) terjaring operasi Patuh Gatarin di Selong, Lotim. Sekitar pukul 20.20 Wita, Zainal Abidin datang bersama Ihsan ke Kantor Satlantas. “Saat datang ke kantor pun mereka melawan jalur,” ucapnya.

Setibanya di Mapolres, Zainal meminta motornya dikembalikan dengan nada keras. Saat itu, Aipda Wayan Merta Subagia dan Bripka Nuzul Huzaen sedang melaksanakan tugas piket. ”Nuzul langsung menegur yang bersangkutan,” bebernya.

Menurut polisi  Zainal langsung melayangkan hantaman ke pipi kiri  Nuzul. Sehingga terjadi  baku hantam.

Aipda I Wayan Merta Subagia mencoba melerai. Tetapi, Zainal cukup kuat dan menyerang Wayan dan Nuzul. Selanjutnya, datang dua anggota melerai.

Tak bisa juga dilerai. Hingga Zainal menggigit jari Nuzul. Empat anggota itu pun berhasil melumpuhkan Zainal.  ”Ya, ada pemukulan empat anggota. Mereka melakukan pemukulan untuk melindungi diri,” bebernya.

Selanjutnya Zainal dibawa  ke Ruang Reskrim untuk menjalani pemeriksaan.”Saat akan diperiksa, Zainal tiba-tiba terjatuh dari kursi,” klaim kapolda.

Dari ruang pemeriksaan Zainal  dibawa ke RSUD R Soedjono Selong. Dia mendapatkan perawatan. ”Dinyatakan meninggal pada Sabtu dini hari,” bebernya.

 Sementara itu, ayahnya Zainal,  Sahabudin mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi dengan puteranya. “Apa yang terjadi di sana saya tidak tahu. Tapi saya lihat anak saya babak belur,” kata Sahabudin atau yang akrab disapa Amaq Ani, kemarin (8/9).

Dia menjelaskan, pihaknya memang tidak ingin memperpanjang perkara tersebut.

Akan tetapi, ia meminta agar anggota polisi yang mengakibatkan luka serius pada kepalanya diproses secara hukum juga. “Saya orang tidak tahu apa-apa. Jadi saya serahkan kepada bapak-bapak (polisi) di sana,” jelasnya.

Sahabudin juga mengaku telah mendapat uang tali asih dari Polres Lotim sebesar Rp 32 juta. Hal itu menurutnya tidak bisa mengembalikan nyawa, tapi semua keluarga sudah sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut. “Memang sudah jalan takdirnya juga putera saya yang memiliki kekurangan,” pungkasnya. (arl/tih/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post