Lombok Post
Metropolis

Jangan Pertaruhkan Kondusivitas Lombok Timur

AJAK SEMUA JAGA DAERAH: H Rachmat Hidayat didampingi istri Hj Putu Selly Andayani saat nyekar di makam orang tua di Rumbuk, Lombok Timur, belum lama ini.

MATARAM–Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat mengingatkan semua pihak di Lombok Timur, menahan diri menyikapi meninggalnya Zainal Abidin, 29 tahun, warga Paok Motong, kecamatan Masbagik.

Kasus meninggalnya Zainal yang diduga akibat perkelahian dengan oknum kepolisian di Satlantas Polres Lombok Timur pada Sabtu (7/9) lalu, harus didudukkan semata-mata berdasarkan hukum. Dan di atas semua itu, kondusivitas Lombok Timur adalah hal utama yang tak boleh dipertaruhkan.

“Sebuah akibat hukum, harus diselesaikan dengan hukum. Itu mutlak,” tandas politisi senior NTB yang juga putra asli dari Lombok Timur ini.

Apalagi, saat ini, kata Rachmat, aparat kepolisian melalui Polda NTB telah menyatakan keseriusannya menangani masalah ini. Yakni, dengan telah dibentuknya tim investigasi. Termasuk juga telah memeriksa intensif oknum kepolisian.

Rachmat mengingatkan semua pihak saling menghormati. Dan jangan pula membuat kegaduhan-kegaduhan baru dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu. Apalagi sampai menyampaikan berbagai macam praduga-praduga yang bisa menimbulkan syak wasangka.

Kondusivitas Lombok Timur yang sangat bagus saat ini kata Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini, mutlak harus dijaga. Dan hal itu harus dilakukan bersama. Sehingga semua pihak harus bertindak proporsional.

Rachmat sendiri mengungkapkan, orang tua Zainal telah menandatangani surat pernyataan yang intinya tak akan mempersoalkan apapun. Selain keluarga, surat tersebut ditandatangani oleh tokoh masyarakat, dan juga aparatur pemerintah desa. Sehingga, sudah sepantasnya semua pihak kini harus memberikan kesempatan kepada hukum untuk bekerja.

Sementara di sisi lain, aparat kepolisian yang kini berdinas di Lotim juga hadir untuk melayani masyarakat. Memberi jaminan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Sehingga, masyarakat dan aparat kepolisian sudah sepantasnya dalam posisi bersinergi menjaga kondusivitas daerah.

Secara khusus, Rachmat mengaku telah menghubungi langsung Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana. Juga Wakil Bupati Lotim H Rumaksi setelah kejadian tersebut. Menurut Rachmat, dirinya telah meminta Kapolda NTB agar bekerja profesional dalam menyelesaikan persoalan ini.

Di luar penanganan dari sisi hukum, aparat kepolisian juga telah membantu keluarga Zainal dari sisi kemanusiaan. Sebelum meninggal, Kapolres Lotim sendiri telah mengupayakan pengobatan terbaik untuk Zainal. Namun, Yang Kuasa memang berkehendak lain. Polres Lotim juga telah memberi santunan dan menangung seluruh biaya tahlilan pada hari ketiga dan hari kesembilan. Anggota kepolisian di Polres Lotim pun telah diperintahkan untuk menghadiri setiap malam tahilnan di rumah orang tua Zainal.

Sedangkan, pada Wabup Lotim, Anggota Komisi VII DPR RI ini meminta agar pemerintah daerah tetap proaktif melakukan sosialisasi pada masyarakat. Tujuannya agar jangan sampai ada tindakan yang berlebihan. Apalagi sampai melawan hukum.

Sebagai warga Lotim, Rachmat mengaku punya tanggung jawab ikut mendamaikan dan membantu meredakan situasi saat ini.

Sehingga, jangan sampai ada pihak-pihak yang kini justru melakukan berbagai tindakan di luar prosedur hukum. Apalagi, sampai menekan-nekan aparat kepolisian. Sebab, kinerja aparat kepolisian yang telah membentuk tim investigasi adalah upaya yang positif untuk mendudukan persoalan meninggalnya Zainal Abidin sesuai mekanisme hukum.

“Kita beri kepercayaan penuh pada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya. (kus/r6)

Berita Lainnya

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Guru Honorer Digaji Rp 2,5 Juta, Dana Disiapkan Pemerintah Pusat

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post