Lombok Post
Kriminal

Terdakwa Proyek Jamban Dituntut 16 Bulan

Fathur Rauzi

MATARAM-Dua terdakwa dugaan korupsi Proyek Jambanisasi desa Bayan, Lombok Utara Raden Kertawala dan Raden Wirahadi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU). Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathurrauzi mengatakan, sidang penuntutan digelar, Senin (10/9). JPU telah menyerahkan salinan tuntutannya ke majelis hakim. ”Mereka dituntut setahun empat bulan penjara,” kata pria yang karib, kemarin (10/9).

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut terdakwa denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Saat sidang tuntutan itu, kedua terdakwa menitipkan pengembalian kerugian negara dihapan majelis hakim. Besarnya Rp 50 juta. ”Mereka sama-sama mengeluarkan Rp 25 juta untuk mengganti kerugian negara,” ucapnya.

Para terdakwa juga dituntut membayar ganti kerugian negara yang belum terbayarkan. Totalnya Rp 72, 964 juta. Masing-masing terdakwa dibebankan membayar Rp 36,48 juta. Apabila tidak dibayarkan maka akan diganti pidana penjara selama empat bulan.

JPU menuntutnya menggunakan pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dari dakwaan awal JPU,  terdakwa diduga mengurangi volume proyek pembangunan jambanisasi yang disalurkan untuk 545 warga di 13 Dusun di Desa Bayan. Anggaran proyek tersebut disalurkan dua tahap. Total anggarannya Rp 231,51 juta.

Dari total 545 target pembangunan jamban, sebanyak 88 diantaranya tidak selesai dibangun. Dalihnya, bahan tidak lengkap, ongkos pembuatan jamban tidak ada.

Tak hanya itu, sebanyak 47 warga sama sekali tidak menerima material bangunan. Mereka bekerjasama membuat pertanggungjawaban fiktif dengan melibatkan toko Bangunan UD Sinar Selatan.

Dari perhitungan inspektorat ditemukan selisih antara perencanaan dengan realisasi. Disimpulkan total,  kerugian negara sebesar Rp 152,9 juta. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post