Lombok Post
Metropolis

Lulusan SMA/SMK Penyumbang Terbesar Pengangguran

BISA MENINGKAT: Dua orang warga asyik duduk di gerobak pinggir jalan area Pasar Mandalika, kemarin (11/9).

MATARAM-Jumlah pengangguran di Kota Mataram mencapai 14 ribu. Jumlah tersebut masih bisa bertambah tiap tahun. Sebab, lulusan SMA/SMK tiap tahunnya sekitar 7 ribuan.

“Data pengangguran tentu ada penyesuaian tiap tahunnya. Karena jumlah penggangguran terbanyak lulusan SMA/SMK,”  kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Martaram Hariadi, kemarin (11/9).

Ia tidak menyalahkan SMA/SMK yang membuka jurusan tidak sesuai kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di Kota Mataram. Karena menurutnya, saat ini sudah banyak sekolah yang membuka jurusan sesuai kebutuhan tenaga kerja di Kota Mataram.

Sebut saja, SMKN 2 Mataram membuka jurusan pemasaran, Usaha Perjalanan Parwisata (UPW), belum lagi SMKN 4 Mataram membuka jurusan pariwisata dan tata boga. “Kita hanya kekurangan DUDI,” ucap mantan Camat Mataram ini.

Kendati demikan, lanjut dia, saat ini banyak investor menanamkan modal di Kota Mataram. Seperti Hotel PP di Jalan Udayana, Hotel Waskita Realty depan Polda NTB  di Jalan Langko, dan Hotel Nindia Karya Jalan Majapahit depan Kantor Samsat. Hotel-hotel ini kata Hariadi, tentu membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. “Ini membutuhkan karyawan dalam jumlah besar,” terangnya.

Tak hanya hotel, namun juga pusat perbelanjaan di Kota Mataram juga sudah mulai dibangun. Di Jalan AA Gde Ngurah mulai beroperasi super market besar. “Kita ini kota jasa, dibutuhkan keterampilan,” imbuhnya.

Untuk menekan pengangguran, Hariadi terus mendorong, khususnya SMK lebih menggencarkan bursa kerja khusus (BKK). Sehingga, upaya menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan sangat dibutuhkan. Sehingga para lulusan bisa terserap. “Sebagian besar SMK di Kota Mataram sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan dari berbagai sektor melalui bursa kerja khusus (BKK). Ini tidak lain untuk menyerap lulusan SMK,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi warga. Sehingga nantinya sertifikat pelatihan itu bisa menunjang masyarakat ketika melamar kerja. “Kami juga kerap adakan job fair guna menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Anggota DPRD Kota Mataram Abdul Malik menyarankan untuk penyelenggaraan job fair tak hanya di jantung kota. Namun juga di pinggiran kota, sehingga mudah dijangkau dan tepat sasaran. “Setahu saya masyarakat yang jauh dari jantung kota tidak mengetahui kalau ada job fair,” ucapnya.

Dia mendorong agar Disnakertrans lebih aktif menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan. Bila perlu intens turun ke perusahaan di Kota Mataram. Sehingga nantinya tahu apa yang menjadi kebutuhan para perusahaan. (jay/r3)

Berita Lainnya

Warga Sekarbela Titip Bantuan untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post