Lombok Post
Poltekpar Lombok Today

Turut Mengembangkan SDM Pariwisata Labuan Bajo

KEMBANGKAN SDM: Para peserta pelatihan kompetensi dasar karyawan hotel non bintang BOP Labuan Bajo berfoto bersama dengan para pemateri, Sabtu (14/9).

SALAH satu Tridarma Perguruan Tinggi Poltekpar Lombok yakni pengabdian kepada masyarakat. Sehingga Poltekpar Lombok terus berupaya untuk menyuarakan dan memperkuat kompetensi SDM pariwisata menjadi lebih profesional dan kompeten. Setelah melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi di kawasan Mandalika, Poltekpar Lombok kembali melaksanakan kegiatan serupa di Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Labuan Bajo merupakan satu dari lima Destinasi Super Prioritas yang ditetapkan oleh Bapak Presiden dan diperintahkan khusus oleh Bapak Menteri Pariwisata untuk menyiapkan dan melatih SDM pariwisatanya,” kata Hamsu Hanafi selaku Direktur Poltekpar Lombok, saat dihubungi melalui Whatsapp, Jumat (13/9).

Kegiatan yang dilaksanakan di Laprima Hotel Labuan Bajo pada Sabtu, 14 September 2019 bertema Pelayanan Prima bagi SDM pada Usaha Pariwisata. Dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri atas anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cabang Kabupaten Manggarai, Asita, Himpunan Pramuwisata, serta Homestay.

Hamsu menambahkan, peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Bahkan berharap Poltekpar Lombok dapat membantu Desa Wisata khususnya pelatihan pengelolaan Home Stay di Labuan Bajo, yang juga sebagai Destinasi Wisata Dunia. Kendati Mandalika dan Labuan Bajo memiliki latar belakang kondisi dan permasalahan yang berbeda, namun keduanya merupakan bagian garda terdepan (Front Liner). “Baik di Mandalika maupun di Labuan Bajo, kami memberikan materi Quality Customer Service (Pelayanan Prima) dan sangat penting untuk memberikan First Impression (kesan pertama) bagi tamu yang dilayani di bagian apapun mereka,” lanjutnya.

Pemateri yang hadir dalam kegiatan tersebut didatangkan langsung dari asosiasi dan pelaku usaha wisata sehingga benar-benar mengetahui kebutuhan di lapangan. Di antaranya Kadispar Kabupaten Manggarai Barat, Direktur Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo, Direktur serta Wakil Direktur Poltekpar Lombok.

Berbeda dengan KEK Mandalika yang berada di bawah pengawasan BUMN, BOP Labuan Bajo langsung berada di bawah Kementerian Pariwisata. Meski keduanya berada di dua wilayah yang berbeda, namun bukan berarti merupakan pesaing satu bagi yang lainnya. Mengingat KEK Mandalika dan BOP Labuan Bajo merupakan dua dari lima daerah Super Prioritas yang dicanangkan Kementerian Pariwisata, keduanya akan mendukung satu sama lain. “Ke depannya baik KEK Mandalika maupun BOP Labuan Bajo dapat menjadi satu paket perjalanan wisata, jarak keduanya pun hanya sekitar satu jam. Mereka yang akan ke KEK Mandalika, dapat ke BOP Labuan Bajo, begitu sebaliknya,” jelas Farid Said, selaku Wakil Direktur Poltekpar Lombok sekaligus pemateri.

Ke depannya diharapkan kedua daerah Super Prioritas tersebut tidak hanya menjadi daerah yang mengandalkan fasilitas saja, namun lebih dari itu termasuk pelayanannya. Sehingga kegiatan pelatihan serupa dapat terus berlangsung dan mewujudkan terciptanya SDM pariwisata yang profesional dan kompeten. “Poltekpar Lombok mengemban tugas langsung dari Kementerian Pariwisata, sehingga Poltekpar Lombok akan terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM pariwisata seperti yang kita harapkan bersama,” tutup Farid. (ela)

Berita Lainnya

Lombok Harus Gencar Halal Tourism

Redaksi Lombok Post

Mahasiswa PKL ke Tana Toraja

Redaksi Lombok Post

Gelar Lombok Tabex November Mendatang

Redaksi Lombok Post

Gelar Gala Dinner Event Hingga Desember

Redaksi Lombok Post

Peran Dosen di Kancah Internasional

Redaksi Lombok Post

Rutin Gelar Bakti Wisata

Redaksi Lombok Post

320 Mahasiswa Baru Widyawisata ke Industri

Redaksi Lombok Post

Peningkatan Kompetensi SDM di Mandalika

Redaksi Lombok Post

Kemenpar Berikan Pelatihan TOT Desa Wisata kepada 20 Dosen

Redaksi Lombok Post