Lombok Post
Kriminal

Kasus BPR Mandek, Jamwas Turun Tangan

Arif

MATARAM-Perkara korupsi merger PD BPR NTB sepertinya bakal panjang. Meskipun perkara tersebut masih berkutat pada proses upaya hukum para terdakwa.

Dari informasi yang didapat koran ini, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) mendapatkan laporan terkait tebang pilih penanganan perkara tersebut. Karena, sejumlah temuan terkait pihak terkait yang diduga terlibat dalam kasus tersebut tak ditindaklanjuti penyidik.

Kejati NTB Arif membenarkan Jamwas turun ke Kejati NTB. Mereka memeriksa bidang pidsus. ”Ya, aspidsus diperiksa. Pemeriksaannya terkait persoalan kasus itu (merger PD BPR NTB),” kata Arif saat ditemui di kantornya, kemarin (12/9).

Materi pemeriksaan Jamwas terhadap anak buahnya tidak diketahui secara mendetail. Dia menyarankan untuk menanyakannya ke Aspidsus.  ”Langsung saja tanya yang bersangkutan. Saya tidak bisa menjawab itu. Nanti saya salah,” pintanya.

Arif mengatakan, terkait pengembangan perkara menjadi urusan Jampidsus. Jika Jampidsus mendapatkan laporan dari masyarakat, lalu dari hasil penelaahannya meminta aspidsus mengembangkan perkara, baru penyidik bergerak. ”Kalau ada perintah Jampidsus baru dilakukan pengembangan perkara,” kata dia.

Sementara ini, belum ada perintah dari Jampidsus untuk mengembangkan perkara tersebut. ”Kita tunggu saja ada atau tidak perintahnya,” ujarnya.

 Terkait penanganan perkara, jaksa berpatokan pada putusan akhir. Bukan pada peradilan tingkat pertama atau kedua. ”Di PT maupun di Mahkamah Agung tidak menyebut lagi peranan Manggaukang (Mantan Karo Ekonomi Pemprov NTB, Red),” kelitnya.

Dia menerima laporan secara lisan dan sekilas dari tim penyidik. Konon, Manggaukang yang bertindak sebagai Pengarah Tim Konsolidasi tidak mengetahui penggunaan anggaran. ”Itu yang saya dengar laporannya,” ujarnya. ”Tetapi, saya tidak tahu secara pasti,” jawabnya ragu. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post