Lombok Post
Selong

Mengenal Persata, Klub Sepak Bola Tertua di Lotim (1)

Koleksi Puluhan Juara, Cetak Pemain Andal untuk Perslotim

SENIOR PERSATA: Hilman Jauhari terlihat sedang mengoper bola dalam sebuah pertandingan sepak bola Larpa Cup di Lapangan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, 2016 lalu.

Persatuan Sepak Bola Tanjung (Persata) sudah ada sejak 1970. Di tengah perkembangan zaman, klub sepak bola yang namanya melanglang buana di NTB ini menjadi salah satu mesin pencetak pemain hebat untuk Perselotim. Berikut Laporannya.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

======================================

Pagi itu, Hilman Jauhari duduk berseragam pegawai di Kantor DPRD Lotim. Ia tersenyum melihat beberapa foto-foto klub sepak bola yang telah membesarkannya. “Ini dia. Namanya Persata. Ada sejak 1963. Waktu itu namanya Persatuan Olah Raga Tanjung (Portan). 1970 nama itu diganti dengan Persata,” jelasnya sembari menunjukkan beberapa foto sekelompok pemain yang sedang memegang piala.

Ya, Persata sudah melanglang buana di penjuru Lombok. Tak ada satu turnamen sepak bola yang tidak diikutinya. Tabel torehan juara sudah puluhan jumlahnya. Di daftar yang ia miliki, tercatat ada 17. Itu yang tercatat rapi. Tapi yang tidak, bisa jadi lebih dari itu.

Hilman yang kini menjadi pelatih Persata mengaku bangga melihat klub sepak bolanya itu. Apalagi melihat klub itu masih eksis di usinya yang memasuki setengah abad lebih enam tahun itu. “Persata memang dari Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji. Tapi dari klub ini, lahir pemain-pemain terbaik persatuan sepak bola Lombok Timur (Perselotim),” terangnya.

Hilman yang adalah mantan kapten Perselotim itu mengaku kerap kali berangkat mewakili Lombok Timur ke luar daerah. Posisinya sebagai defender atau libero itu sudah sangat diakui.

Menurut Hilman, Persata bukan hanya milik masyarakat Tanjung. Akan tetapi lebih dari itu, Persata merupakan milik masyarakat Lotim. Hal itu ia buktikan dalam setiap kali mengikuti kejuaraan tingkat Lombok dan NTB. Salah satunya Lombok Post Cup tahun 2005 silam.

Saat itu, masyarakat Lotim turun menyaksikan mereka bertanding. Sorak sorai dan dukungan selalu ada dari masyarakat Lotim. Persata selalu dianggap menjadi salah satu klub kebanggaan masyarakat Gumi Patuh Karya. “Dan waktu itu, kami berhasil menjuarai Lombok Post Cup,” jelasnya menceritakan kenangan manis itu dengan bangga.

Persata juga ia katakan tidak hanya berkontribusi besar bagi Lotim, akan tetapi Provinsi NTB. Hal itu terbukti dengan adanya pemain dari Persata yang ikut di turnamen piala Menpora yang saat itu diselenggarakan pemerintah Tangerang, Banten.

Namun apakah kisah manis dari segudang juara yang diperolehnya berbuah manis juga bagi para pemain Persata? Hilman menggelengkan kepala. “Eks pemain kami ada yang jadi sopir angkot, ada juga yang sekarang merantau jadi TKI di Malaysia, dan lain-lain,” jelasnya sedih. (bersambung/r5)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Selama 2019, Polisi Tangkap 79 Pelaku 3C

Redaksi Lombok Post

Diduga Jadi Calo TKI, ADBMI Minta Oknum Pegawai Disnakertrans Diberi Sanksi

Redaksi Lombok Post

Puting Beliung Rusak Tiga Rumah di Sambelia

Redaksi Lombok Post

Tahun Depan, TKD Guru PNS Sertifikasi Dihapus

Redaksi Lombok Post

Warga Kelayu Selatan Simpan 10,5 Gram Sabu

Redaksi Lombok Post

Puncak Rinjani Tutup, Pendaki Tetap Nekat!

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post