Lombok Post
Metropolis

Anak-anak Korban Gempa Sekolah Lagi, Gubernur Resmikan Enam Sekolah

TINJAU SEKOLAH: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (tiga dari kanan) meninjau sekolah yang dibangun masyarakat melalui pengumplan sumbangan di Lombok Barat, kemarin (18/9).

MATARAM-Pendidikan yang baik menjadi syarat mutlak untuk menciptakan masyarakat maju dan sejahtera. Karena itu, para korban gempa tidak hanya butuh rumah, tetapi juga butuh bantuan perbaikan sekolah.

”Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat meresmikan enam unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk korban gempa Lombok di Lombok Barat, kemarin (18/9).

Zul mengaku sangat bahagia ketika menyaksikan anak-anak NTB kembali bersekolah. Itu menunjukkan warga NTB sudah bangkit dan pulih dari bencana gempa.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kelompok  masyarakat membuat pemulihan berjalan cepat. Pembangunan enam sekolah yang dibangun antara lain Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SDN 1 Sigar Penjalin, dan SDN 3 Pemenang. Ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Sekolah lainnya adalah MI At-Tahzib, Desa Kekait, Lombok Barat; SDN 2 Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat; serta SDN 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat gempa. Sehingga selama ini siswa-siswi masih belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Delapan sekolah dibangun dengan ruangan ukuran 9×7,8 meter dan selasar lebar 1,8 meter. Serta enam ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang kepala sekolah. Juga ada ruang perpustakaan dan usaha kesehatan sekolah (UKS).

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik. Begitu pula dengan penerangan listrik masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

TGH Zaini selaku ketua Yayasan Pendidikan At-Tahzib mengaku sangat bersyukur dengan bantuan ini. Bangunan yang dirintis sejak 1952 itu hancur akibat gempa.

Donasi gempa Lombok yang terkumpul Rp 12 miliar. Disalurkan melalui Dompet Kemanusiaan Media Group. Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp 4,7 miliar, rekening Bank Mandiri Rp 5,3 miliar dan Rp 2 miliar lebih di Bank BRI. (ili/r5)

Berita Lainnya

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

BPJS Bantah Nunggak Enam Bulan

Redaksi Lombok Post

Dewan Minta BPJS Segera Bayar Tunggakan

Redaksi Lombok Post

Siaga Bencana, 700 Pasukan Dikerahkan

Redaksi Lombok Post

BPJS Nunggak, Pelayanan RS Terganggu

Redaksi Lombok Post