Lombok Post
Politika

Diunggulkan di KLU, Itra: Saya Pasif!

Itratip

MATARAM-Bursa kandidat calon wakil bupati (Cawabup) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin berwarna. Tidak seperti, kandidat calon bupati (Cabup) yang cendrung monoton.

Nama kandidat tidak hanya diusulkan oleh partai politik atau keinginan pribadi para figur. Ada pula yang dapat dorongan dari masyarakat agar maju dan bertarung di Pemilihan Bupati (Pilbup) KLU 2020 nanti.

Salah satunya yakni, Itratip. Pria asal Bayan, KLU yang juga komisioner Bawaslu NTB itu banyak didorong agar ikut kontestasi politik 2020 nanti.

“Terus terang saya harus tetap netral,” kata Itratip, saat ditanya tentang dorongan maju di Pilbup KLU 2020.

Sekalipun demikian ia tak menampik, kerap dihubung-hubungkan dengan pilbup KLU 2020 dan salah satu kandidat calon bupati yang namanya kerap wara-wiri di pemberitaan. Namun, posisinya saat ini sebagai penyelenggara pemilu, membatasi ia untuk tidak boleh ikut politik praktis, hingga ia mengundurkan diri.

“Tidak bisa saya cegah aspirasi masyrakat,” imbuhnya.

Aspirasi yang muncul, lanjut Itra, pun hanya dari kalangan masyrakat biasa. Belum ada dari partai atau tokoh politik tertentu. Seperti rumor yang berkembang belakangan.

“Belum ada kelompok,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengaku berupaya tetap menjaga etika sebagai penyelenggara. Sehingga, kalaupun ada ajakan komuniakasi politik, Itra memastikan itu akan dilakukan bila jabatan ia sebagai komisioner telah dilepas.

Bagaimana bila aspirasi nanti semakin tinggi? Pada prinsipnya ia mengatakan aspirasi tetap ia dengar. Lalu dipertimbangkan apakah ia tetap sebagai komisioner atau nanti akhirnya memilih lepas jabatan dan pindah ke haluan politik.

“Tapi perlu saya tegaskan, belum ada yang bicara politik, saya juga jaga etika sebagai penyelenggara,” tegasnya.

Masukknya nama ia dalam bursa, bahkan survei sejumlah partai politik pun ditanggapi dingin. Itra mengaku tidak bisa mencegah atau melarang, karena itu menjadi kepentingan parpol untuk mencari figur yang layak diusung.

“Dan bukan hanya nama saya, tapi saya rasa nama lainnya juga disurvei,” ulasnya.

Ia pun saat ini memilih posisi pasif dengan berbagai agenda politik figur dan parpol di KLU. Sekalipun daerah Bayan merupakan DPT dengan pemilih terbesar di KLU dan berpeluang mengantarkan ia sebagai pemenang, tapi Itra mengisyaratan dirinya belum mau larut dalam hiruk-pikuk politik di sana.

“Saya harus jaga kenetralan Bawaslu,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post

Mohan Buka Pintu Untuk Ahda

Redaksi Lombok Post