Lombok Post
Headline Politika

Selly gak Jadi Nyalon? Sisa Empat Hari Belum Daftar Ikut Penjaringan

MENGIKAT TANPA KOMPROMI: Kader partai PDIP seluruh NTB tunduk dan patuh pada aturan partai bila ingin dicalonkan dalam Pilkada Serentak 2020.

MATARAM-Nama Hj Putu Selly Andayani, belum juga terkonfirmasi ikut seleksi penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram oleh DPC  PDIP. Hingga Rabu (18/9) kemarin baik dari Selly atau timnya belum ada kabar mengambil formulir apalagi menyerahkan formulir.

Ketua Penjaringan DPC PDIP Kota Mataram I Gede Wiska mengatakan baru tiga nama yang mengambil formulir. Selain terkonfirmasi dari tiga nama itu tidak ada nama Selly, tiga nama lainnya juga belum mengebalikan formulir.

“Belum ada,” kata pria yang karib di sapa Dodek itu.

Padahal bila dihitung-hitung, waktu penjaringan semakin dekat dengan penutupan. Pendaftaran akan ditutup pada lusa, Sabtu 21 September 2019. Apakah Selly tidak jadi nyalon? Hal ini belum terkonfirmasi.

Hanya saja, Dodek mengatakan siapapun yang ingin menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik wajib ikut penjaringan.  “Harus dong (mendaftar)” tegasnya.

Karena itu ia memprsilakan agar hal ini sebaiknya ditanyakan langsung pada Selly. DPC PDIP Kota Mataram secara teknis hanya bertugas membuka penjaringan sampai batas waktu yang ditentukan.

Namun Dodek menambahkan bila mengacu pada Peraturan Partai PDIP, bila sampai batas waktu ditentukan yang mendaftar kurang dari dua bakal calon wali kota dan wakil wali kota maka pendaftaran akan diperpanjang sampai 14 hari.

“Ini ada di peraturan partai nomor 24 tahun 2017,” ulasnya.

Artinya, bila tiga nama yang telah ambil formulir mengembalikan formulir ke DPC PDIP Kota Mataram sebelum batas waktu, maka Selly berpeluang terpental. Sebab pendaftaran akan ditutup dan tidak diperpanjang. Mengingat, syarat minimum telah dipenuhi.

Padahal Selly selama ini digadang-gadang berpeluang diusung sebagai bakal calon wali kota di Kota Mataram oleh PDIP. Mengingat Selly merupakan istri dari ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat.

“Kalau soal itu, tanya ke beliau (Selly)” saran Dodek.

Sebelumnya Sekretaris DPD PDIP NTB HL Budi Suryata mengatakan tidak ada satupun kader atau simpatisan partai yang punya keistimewaan. Semua harus ikut tunduk dan patuh pada peraturan partai bila ingin diusung PDIP. Apapun kedudukannya baik itu sebagai kepala daerah, pimpinan partai, atau kerabat petinggi partai.

“Aturan dan petunjuk partai wajib diikuti,” kata Budi.

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat HW Musyafirin, Bupati Sumbawa H Husni Djibril, dan siapapun yang tertarik ikut Pilkada Serentak 2020 harus ikut penjaringan calon. Budi mengatakan memang ada nama-nama yang punya privilage atau keistimewaan. Tetapi bukan berarti boleh melanggar ketentuan partai.

Termasuk dalam hal ini Hj Putu Selly Andayani salah satu figur yang diunggulkan untuk bertarung di Pilwali 2020. Ia harus mengundurkan diri dari jabatan ASN dan mendaftar pada partai.

“Tidak perlu dikerucutkan ke siapa, tetapi bila ia dari kalangan ASN ya harus mengundurkan diri dan mendaftar bila ingin dicalonkan,” tegasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Redaksi Lombok Post

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post

Tambang Rakyat Boleh, Asalkan?

Redaksi Lombok Post

Manfaatkan Limbah Plastik untuk Campuran Aspal

Redaksi Lombok Post

Status Jabatan Ispan Junaidi Ditentukan Hari Ini

Redaksi Lombok Post