Lombok Post
Headline Kriminal

Suap Ngalir ke Kemenkumham NTB

Andi Dahrif Rafied

MATARAM-Tersangka kasus suap penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing (WNA), Kurniadi dan Yusriansyah membeberkan kemana saja aliran uang suap di persidangan. Mereka menyebutkan, aliran uang tersebut juga mengalir ke Kanwil Kemenkumham NTB.

Di persidangan, terurai dengan jelas pejabat Kakanwil Kemenkumham yang menerima. Seperti, Kepala Kanwil Kumham Andi Dahrief Rafid mendapatkan Rp 10 juta; Kadiv Imigrasi Kanwil Kumham Wilopo KS Rp 15 juta;  dan Kadiv Administrasi Ida Asep Somara Rp 10 juta.

Kakanwil Kemenkumham NTB  Andi Dahrif Rafied mengatakan, dia sudah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semua sudah diterangkan. ”Saya sudah di BAP. Semua saya jelaskan,” kata Andi.

Ketika ditanyakan terkait kepastian sudah menerima uang dugaan suap tersebut, Andi sedikit ragu menjawabnya. ”Hhhmmm, mungkin saya akan bercerita nanti saat di persidangan,” ujarnya.

Apakah sudah menerima uang atau tidak? ”Nanti sudah ya, satu-satu dulu. Nanti malah melewati wewenang penyidik kalau wartawan yang nanyak,” ujarnya.

Intinya, kata Andi, semua keterangan sudah dijelaskan dengan detail di KPK. Tidak ada yang terlewati sama sekali. “Semua akan dibocorkan di persidangan,” pungkasnya.

Diketahui, KPK membongkar praktik suap penyelesaian kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA, Jeffry William Bower dan Manikam Katherasan di Imigrasi, Mei lalu.  Kepala Imigrasi Kurniadie dan Kasi Inteldakim Yusriansyah Fajrin  meminta pembayaran penghentian kasus keimigrasian dua wna itu dengan jumlah Rp 1,2 miliar. Diduga, uang suap itu juga mengalir ke Kanwil Kumham NTB.

Pada kasus itu, KPK menetapkan tiga tersangka. Diantaranya, direktur PT WBI Liliana Hidayat, dan dua pejabat imigrasi yaitu Kurniadie dan Yusriansyah Fajrin.  (arl/r2)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post