Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Stok Daging Beku Kosong

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM-Stok daging sapi beku di NTB, mulai kosong. Padahal kebutuhan daging beku cukup banyak. Terutama bagi industri perhotelan dan restoran.

“Harga daging beku ini juga terbilang murah, yakni Rp 80 ribu per kilogram. Sehingga banyak diminati,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, kemarin (25/9).

Kosongnya stok daging beku ini disebabkan adanya larangan impor daging beku ke NTB oleh pemerintah pusat. Padahal menurutnya kebutuhan terhadap daging beku di NTB cukup tinggi.

Akibat kosongnya ketersediaan daging beku di sejumlah distributor, konsumen mau tak mau harus mencari daging sapi lokal. Sejauh ini ketersediaan daging lokal di NTB cukup melimpah.

“Untuk memenuhi permintaan ini bisa pakai daging lokal saja. Cuma harganya tidak boleh naik,” katanya.

Menurutnya, keputusan membatasi masuknya daging beku ke NTB dikarenakan, banyak protes dari sejumlah kalangan. Mereka khawatir masuknya daging beku, membuat pasar daging lokal menjadi tertutup. Sehingga pada akhirnya dapat merugikan para pedagang dan peternak.

Namun, kebutuhan daging di NTB, menurut Selly, sebenarnya cukup tinggi. Kebutuhan tersebut belum dapat ditutup distributor daging lokal. Apalagi kebutuhan terhadap daging dengan harga terjangkau.

“Karena itu kita harus bisa memenuhi kebutuhan daging lokal tersebut. Jangan sampai daging lokal tidak ada juga. Dan yang penting harga daging lokal tidak boleh naik,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini harga daging lokal masih terbilang tinggi. Yakni Rp 125 ribu per kilogram. Padahal, dengan masuknya daging beku di pasaran, harga danging bisa ditekan Rp 80 ribu perkilogramnya.  Sayangnya, dari pemerintah justru keberatan dengan daging impor.

“Dinas peternakan juga keberatan dengan daging impor, sebenarnya itu tidak bisa dilarang-larang,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani mengatakan, sejak 2011 lalu NTB sudah swasembada daging. Dari perhitungan suplay and demand kuota daging di NTB dinilai cukup.

“Saat ini kuota kita untuk potong ada 40 ribu ekor, tetapi yang terserap baru 12 ribu ekor,” katanya. (tea/r4)

Berita Lainnya

Mohan-Mujib Punya Chemistry Kuat

Redaksi Lombok Post

Pelaku Kekerasan di NTB Makin Sadis

Redaksi Lombok Post

RUU Cilaka, Bikin Pekerja Bakal Tambah Sengsara

Redaksi Lombok Post

Bebas Korona, Tiga Warga NTB Dipulangkan dari Natuna

Redaksi Lombok Post

Ngga Usah Jauh-jauh, Sunset di Pesisir Mataram Juga Keren Lho!

Redaksi Lombok Post

Gaji Minim, Lokasi Terpencil, CPNS Dokter di KLU Sepi Peminat

Redaksi Lombok Post

Gelar Simulasi, RSUD Selong Antisipasi Virus Korona

Redaksi Lombok Post

Tangani Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Rp 123 Miliar

Redaksi Lombok Post

Tarian Bugil Terbongkar, Polisi Usut Perizinan Metzo

Redaksi Lombok Post