Lombok Post
Headline Politika

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

BERDAMPINGAN: Ketua DPC PDIP Dompu Subarno (kanan) dengan Kandidat Calon Bupati Dompu Yuhasmin duduk berdampingan di kantor DPC PDIP Dompu, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Bupati Dompu H Bambang M Yasin (HBY) tak lagi bisa maju. Ia telah dua periode memimpin Dompu. Hal ini membuat politik daerah Nggahi Rawi Pahu lebih dinamis dan cair.

PDIP salah satu partai yang langsung membuktikan cairnya peta politik di Dompu. Dari pembukaan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati DPC PDIP Dompu, total sebanyak 12 nama bakal calon (balon) langsung ikut mendaftarkan diri.

“Animonya sangat tinggi,” kata Ketua DPC PDIP Dompu Subarno saat dihubungi Lombok Post.

Sekalipun PDIP di Dompu hanya memperoleh satu kursi, tapi rupanya tidak mengurangi minat para calon berebut partai Kepala Banteng. Fakta penurunan kursi dari tiga jadi satu tidak membuat daya tawar politik menurun. Justu 12 figur langsung dukungan politik.

“Selanjutnya kita tunggu arahan dari atas seperti apa,” imbuhnya.

Figur-figur itu dipastikan telah mengembalikan formulir pendaftaran. Sehingga tahapan proses selanjutnya yakni mengerucutkan nama, masih harus menunggu arahan DPP melalui DPD PDIP NTB.

Keterbukaan PDIP telah jadi magnet bagi figur di Dompu untuk ikut penjaringan. Tidak hanya dari kalangan politisi, pensiunan, hingga pengusaha yang ikut mendaftar.

“Adapula yang Kades yang ikut daftar,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) yang dimakud yakni Kepala Desa Wawo Arifin H Abubakar. Sementara itu pengamat politik Dr Kadri telah memprediksi dinamika politik di Dompu berpeluang cair usai menjabatnya HBY dua periode.

“Tapi siapa yang akan didukung pak Bambang saya rasa itu yang berpeluang menang,” kata Kadri.

Ketokohan HBY memang masih sangat kuat melekat di benak warga Dompu. Para kandidat calon bisa saja saat ini mulai beromba-lomba mendapat dukungan politik tokoh partai Gerindra itu untuk memuluskan langkah meraih kursi bupati.

“Sama halnya dengan TGB usai menjabat, figurnya sangat kuat mendongkrak pemenangan Zul-Rohmi dan ini bisa ditiru di sana,” sarannya.

Jadi tidak hanya sibuk berebut dukungan parpol. Tapi dukungan politik sangat penting tokoh sangat penting dan menentukan kemenangan. Sekalipun tidak majunya HBY membuka kran pertarungan lebih terbuka di sana.

Dari 12 nama itu muncul juga nama Yuhasmin. Sepupu HBY ini rupanya ikut mendaftar di PDIP.  “Lewat parpol,” kata Yuhasmin dihubungi Lombok Post.

Majunya Yuhasmin, membuktikan trah keluarga HBY masih sangat tangguh di Dompu. Yuhasmin yang ingin melanjutkan program HBY menggambarkan dirinya ingin masuk dalam pusara nama besar HBY.

“Hampir semua parpol, kecuali Golkar,” akunya tentang jalinan komunikasi politik yang telah dibangun sejauh ini.

Sekadar diketahui, Yuhasmin merupakan mantan birokrat. Ia juga pengusaha sukses di daerahnya. Belum lagi jaringan kuat yang ia bangun semasa masih jadi ketua KONI Dompu.

Modal ini menabah kepercayaan diri Yuhasmin untuk bertarung di Dompu. Bahkan telah memudahkan dirinya berkomunikasi politik dengan partai-partai lain.

“Yang sudah sampai tingkat DPW/DPD (komunikasi politik) Gerindra, NasDem, PKB, PDIP, dan PAN,” bebernya.

Semua memang masih proses. Belum ada komitmen politik karena Pilkada dalam hitungan partai keputusan politiknya, baru keluar rata-rata pertengahan tahun 2020. (zad/r2)

Berita Lainnya

Jelang MotoGP, HBK Cek Kesiapan Internet di Loteng

Redaksi Lombok Post

Tenang, Mahasiswa NTB di China Aman

Redaksi Lombok Post

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post