Lombok Post
Metropolis

Tol Lembar-Kayangan Pakai Investor

Wedha Magma Ardhi

MATARAM-Janji Presiden Jokowi membangun tol dari Pelabuhan Lembar ke Kayangan tidak jelas. Belum ada lampu hijau proyek itu akan dikerjakan. Pemprov mengusulkan pembangunan dilakukan swasta, melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB Wedha Magma Ardhi menerangkan, pihaknya mendorong menggunakan KPBU karena belum ada progres rencana pembangunan dari pusat. ”Kalau kita menunggu APBN masih agak lama,” katanya, kemarin (1/10).

Dalam KPBU spesifikasi bangunan ditetapkan kementerian, pembangunan menggunakan dana swasta. Bisa sebagian bisa keseluruhan dana pembangunan ditanggung investor. Dana yang dibutuhkan untuk pembangun tol tersebut sekitar Rp 4,5 triliun.

Panjang jalan mencapai 100 kilometer (km) lebih. Jalan tol Lembar-Kayangan rencananya dibuat jalan layang. Ada dua alternatif jalur yang akan dibangun. Jika menggunakan jalur utara akan melintasi Kota Mataram terus ke utara sampai Pelabuhan Kayangan. Kemudian alternatif kedua lewat jalur selatan, dia akan melintasi bypass bandara menuju Kayangan. ”Kalau dikerjakan swasta kemungkinan besar jadi tol (berbayar),” katanya.

Pembangunan tol sangat urgen. Karena arus lalu lintas di jalan utama yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dengan Kayangan sangat padat. Tingkat kepadatan cukup tinggi yakni 0,8. Tingkat kejenuhan juga semakin tinggi karena kendaraan melambat.

Idealnya, kecepatan kendaraan di jalan nasional antara 60-70 km per jam. Tapi saat ini hanya 30-40 km per jam. Kendaraan barang tidak bisa leluasa. Gangguan samping kiri kanan jalan tinggi karena mepet dengan permukiman penduduk.  ”Dari sisi ekonomi juga sangat layak,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar mengatakan, KPBU menjadi salah satu alternatif guna mendorong peran swasta dalam membangun daerah.

Beberapa proyek strategis kini didorong menggunakan KPBU, seperti SPAM Regional Lombok. Dia berharap jalan itu cepat dibangun untuk mengatasi kemacetan. Serta mempercepat akselerasi pembangunan di daerah. (ili/r5)

Berita Lainnya

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Guru Honorer Digaji Rp 2,5 Juta, Dana Disiapkan Pemerintah Pusat

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post