Lombok Post
Politika

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

HL Pelita Putra

MATARAM–Enam kursi membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sangat diminati di Lombok Tengah (Loteng). Mesin politiknya terbukti ampuh meloloskan kader duduk di kursi DPRD.

Banyak figur luar kepincut meminang dukungan politik PKB. Partai yang lahir dari rahim NU ini dilihat sebagai kendaraan politik yang tangguh. Serta berpeluang besar membawa figur yang diusung duduk di kursi bupati.

Tapi sebelum ditawarkan ke luar, PKB faktanya punya figur potensial diusung. Salah satunya HL Pelita Putra.

“Jujur saja, saya sedang tunggu restu ibu untuk maju,” tegas Pelita.

Pria yang kini duduk sebagai anggota DPRD NTB ini bahkan tak segan kehilangan jabatan. Risiko bertarung apapun siap ia tanggung. Namun restu itu nampaknya tak kunjung tiba. Sehingga sampai saat ini ia masih patuh menahan diri.

“Sekuat apapun lawan akan saya hadapi bila ibu merestui, tapi selemah apapun lawan bila ibu tak merestui saya tidak akan maju,” terangnya.

Piangan politik baik secara figur atau kepartaian pun masih digantung. Pelita meminta semua pihak bersabar, sambil terus mengamati perkembangan politik di Loteng. Ia meyakini kesabaran jauh lebih baik hasilnya daripada terburu-buru dalam memutuskan kepentingan politik.

“Yang jelas PKB tetap akan mengutamakan kader sendiri bila ada yang maju,” terang ketua DPC PKB Loteng ini.

Sekalipun dekat dengan NU, Pelita mengatakan PKB tetap konsisten pada aturan partai. Lebih mengutamakan kader partai lebih dahulu. Figur luar yang tertarik mengunakan PKB harus tunduk dan patuh pada mekanisme yang ada. Terutama dalam mengikuti proses penjaringan nanti.

“Mau presiden kalau minta didukung PKB ya harus tunduk pada aturan partai,” cetusnya.

Menurutnya prioritas tetap diberikan pada kader partai. Baru kemudian kesempatan diberikan pada figur luar. Adanya keistimewaan ini diharapkan dapat memotivasi figur-figur internal untuk lebih berani tampil dan mengambil kesempatan emas ini.

“Ya mungkin itu aspirasi masyarakat,” ujarnya menanggapi fotonya yang disandingkan dengan Humaidi.

Namun, ia tak menampik peluang berkoalisi dengan Partai Golkar terbuka lebar. Bagaimanapun PKB tidak bisa sendirian mengusung pasangan calon. Partai ini butuh empat kursi lagi untuk bisa mengamankan paslon yang diusung lolos proses pendaftaran.

Bila koalisi dengan Golkar yang meraih tujuh kursi bisa tercapai maka tiket Pilbup sudah pasti dikantongi.

“Ya memang ada bebrapa figur yang sudah ajak bicara, tapi nanti kita lihat saat ini situasinya masih sangat cair,” tandasnya.

Selain Pelita, figur lain yang juga sangat berharap dukungan PKB yakni dari kalangan tokoh NU, salah satunya HL Aksar Ansori. Mantan Ketua KPU NTB ini bahkan mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para petinggi partai.

Sekalipun belum sampai pada kesepakatan politik namun Aksar menegaskan dirinya siap mengikuti mekanisme partai yang ada.

“PKB dan PPP,” kata Aksar. (zad/r2)

Berita Lainnya

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post

Mohan Buka Pintu Untuk Ahda

Redaksi Lombok Post

PKS-Golkar Terancam Bubar Di Pilbup Lombok Tengah 2020

Redaksi Lombok Post