Lombok Post
Headline Metropolis

Mutasi tanpa Gubernur dan Wagub, 233 Pejabat Pemprov Dilantik Penjabat Sekda

PEROMBAKAN: Penjabat Sekda NTB H Iswandi (tengah) membacakan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik, di gedung Graha Bhakti Praja, kantor gubernur NTB, kemarin.

MATARAM-Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah kembali menggelar mutasi besar-besaran, kemarin (2/10). Kali ini melibatkan 233 pejabat eselon II, III, dan eselon IV. Ini adalah mutasi ketujuh duet Gubernur Zul dan Wagub Rohmi yang telah memimpin NTB selama satu tahun 13 hari.

            Yang unik, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 233 pejabat tersebut tidak dihadiri Gubernur dan juga Wagub. Dalam catatan Lombok Post, inilah kali pertama Gubernur dan Wagub tidak melantik dan menghadiri mutasi pejabat dalam satu setengah dekade terakhir.

            Gubernur NTB Periode 2003-2008 HL Serinata selalu melantik sendiri pejabat yang dimutasi. Sementara itu, Gubernur NTB dua periode TGB HM Zainul Majdi, juga selalu melantik dan mengambil sumpah pejabat yang dimutasi pada periode pertama kepemimpinannya sepanjang 2008-2013. Baru pada periode kedua memimpin NTB sepanjang 2013-2018, Gubernur TGB kala itu lebih banyak menyerahkan pelantikan pejabat kepada Wakil Gubernur H Muhammad Amin.

            Sementara itu, dalam enam mutasi sebelum mutasi ketujuh kemarin, Gubernur Zul dan Wagub Rohmi, bergantian melantik pejabat yang dimutasi. Dan sejarah tercipta kemarin, saat pelantikan pejabat struktural dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah H Iswandi.

Kemarin, Gubernur sendiri ada di Mataram. Orang nomor satu di NTB ini melakukan serangkaian kegiatan dinas. Namun, belum ada penjelasan resmi, mengapa Gubernur memilih tidak hadir dalam mutasi yang digelar sore harinya.

Duduk di hadapan para pejabat yang dilantik, yang hadir selain Penjabat Sekda adalah Wakil Ketua DPRD NTB H Ridwan Hidayat dan Asisten III Pemprov NTB Hj Hartina.

Dalam mutasi yang digelar kemarin, 233 orang pejabat dilantik. Tediri dari tiga orang pejabat eselon II, 36 pejabat eselon III, dan 194 orang pejabat eselon IV.

Menyisakan Lubang

 Sementara itu, meski posisi ratusan pejabat dirombak, namun gonta-ganti pejabat Pemprov NTB masih tetap meninggalkan lubang. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memiliki pimpinan definitif.

            OPD itu adalah Dinas Perindustrian NTB, Dinas Komunikasi Infromatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB. Termasuk Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, karena kepalanya ditunjuk menjadi penjabat sekda.

Dinas Perindustrian yang menangani program unggulan justru dibiarkan kosong. Beberapa bulan ke depan akan dipimpin seorang pelaksana tugas.

            Tiga pejabat eselon II yang dimutasi adalah Kepala Dinas Perindustrian NTB Andi Pramaria, dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB. Untuk sementara kepala Dinas Perindustrian NTB kosong. Andi sendiri belum setahun menduduki jabatan itu, namun sudah digeser.

            Kemudian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB H Lalu Syafi’i dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Ekonomi, Keuangan dan Infrastruktur. Dia bertukar posisi dengan Staf Ahli Gubernur H Muhammad Rum. Dia dilantik menggantikan HL Syafi’i menjadi kepala Bakesbangpoldagari NTB.

            Perombakan besar terjadi di tingkat eselon III dan IV. Salah satunya Kabid Perencanaan Ekonomi Bappeda NTB Nuryanti. Dia dilantik menjadi Sekdis Perindustrian NTB. Dia sekaligus akan ditunjuk mejadi pelaksana tugas (Plt) Kadis Perindustrian NTB. Eselon III lainnya kebanyakan kepala-kepala UPT dan cabang dinas di tiap daerah.

            Andi Pramaria yang ditemuai usai pelantikan tidak menunjukkan wajah gembira. Setelah menerima ucapan selamat, dia bergegas meninggalkan ruang Graha Bhakti Praja. Namun dia tetap melempar senyum saat didekati wartawan.

”Saya akan kecewa kalau saya belum menyiapkan (rencana industrialiasi), kalau sudah on the track, saya pindah tidak masalah,” kata Andi, saat ditanya apakah kecewa dipindahkan atau tidak.

Dia mengaku tidak masalah pejabat lain mengeksekusi program yang sudah dirancangnya. Dia merasa semua birokrasi di pemprov dalam satu kesatuan. Dia yakin Nuryanti, sebagai Plt Kadis Perindustrian yang menggantikannya sangat paham soal arah industrialisasi.

Andi juga tidak merasa disingkirkan, dia merasa diberikan tugas lebih berat. Mengurus persoalan perempuan dan anak bukan perkara mudah. Baginya ditempatkan di mana saja harus siap. Karena itu, dia akan menjalani dengan sebaik mungkin.

Sementara, HM Rum yang yang kini menjadi Kepala Bakesbangpoldagri butuh waktu untuk komentar. Dia ingin mempelajari seluk beluk dan permasalahan di OPD yang dipimpinnya. Termasuk menyelesaikan konflik Nahdlatul Wathan (NW). ”Jujur ini hal baru bagi saya perlu penyesuaian satu dua hari ke depan,” katanya.

HL Syafii menambahkan, tugas utama Bakesbangpoldagri lebih pada fungsi koordinasi. Dia harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak. Terutama unsur pimpinan daerah. Sehingga pemprov bisa mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Salah satu agenda besarnya adalah soal islah NW.

Terkait mutasi, Penjabat Sekda NTB H Iswandi menjelaskan, beberapa OPD dibiarkan kosong karena mereka ingin mencari pajabat yang lebih cocok. Pemprov butuh waktu untuk menemukan pejabat yang benar-benar kompeten.

”Kita mencari yang paling pas,” katanya.

Menurutnya, pengosongan kepala dinas perindustrian tidak akan menggangu program industrialisasi. Tim dinas sudah lengkap. Bahkan Plt yang akan memimpin nanti merupakan orang yang kompeten di bidang perindustrian. Justru dia yakin bisa melakukan percepatan.

”Ibu Nuryanti dari awal sudah tahu tentang industrialisasi ini,” katanya.

Iswandi menegaskan, mutasi tidak semata-mata main rombak. Tapi mutasi merupakan kebutuhan organisasi. Sebab, banyak organisasi yang dilikuidasi kemudian dibentuk organisasi baru. Seperti UPT dan cabang dinas di beberapa daerah. Orang-orang  yang mengisi sebenarnya sama, tinggal dikukuhkan saja. ”Jadi ini sebagian besar pengukuhan,” katanya.

Perombakan tiga pejabat eselon II menurutnya sudah melalui evaluasi pimpinan. Kalau pun ada OPD yang kosong, selama ini tidak masalah. Gubernur menunjuk Plt yang memimpin OPD tersebut. ”Selama ini tidak ada masalah,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurraman menjelaskan, OPD-OPD yang kosong akan dicarikan pejabat yang pas. Pemprov akan menggelar seleksi terbuka. Sehingga peluang bagi pejabat lain untuk promosi semakin besar.

”Kita mencari orang yang potensial yang bisa memimpin OPD tersebut,” ujanya.

Meski Andi Pramaria dan HM Rum belum setahun dimutasi, baginya tidak masalah dimutasi lagi. Gubernur berhak mengevaluasi kinerja bawahannya. Semua itu dia serahkan kepada pimpinan. (ili/kus/r6)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post