Lombok Post
Headline Metropolis

Satu Jam, Pabrik Springbed Ludes

MEREDAM SI JAGO MEREAH: Sejumlah petugas pemadam kebakaran dibantu warga berupaya memadamkan api yang membakar pabik PT SAS, tadi malam (3/10).

MATARAM-Kebakaran hebat melalap pabrik springbad milik PT Singgasana Agung Sejati (SAS). Belum diketahui apa penyebab kebakaran di pabrik yang terletak di Desa Bengkel, Lombok Barat tersebut.

Anam, bagian teknisi di pabrik itu Lombok Post di lokasi kejadian tadi malam menuturkan, kebakaran baru diketahui sekitar pukul 19.30 wita. Api, tiba-tiba sudah membesar di bagian pabrik yang menjadi tempat bongkar muat material.

Para pekerja kata dia kemudian berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, tak membuahkan hasil. Api dengan cepat membakar bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam pabrik. Baik itu berupa cairan kimia dan spons springbed. Tak hanya di pabrik, api pun menjalar ke ruang kantor.

Sebelum kebakaran terjadi, Anam menuturkan, seperti biasa, karyawan pulang sekitar pukul 16.00 wita. Salah satu tugas Anam mengunci pabrik. Ia pun tak melihat ada tanda-tanda bahaya setelah mengecek semuanya.

“Setelah dicek, baru dikunci,” tutur Anam.

Tapi, api tiba-tiba sudah membesar melumat parabik. Karyawan yang masih di lokasi tak bisa berbuat banyak, karena api kadung membesar. Padahal, saat itu, listrik juga semua telah dimatikan.

Direktur PT SAS Suardi yang juga ada dilokasi tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran. Ia masih berupaya mencari keterangan dari para karyawan. Suardi pun belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang dialami akibat kebakaran itu.

“Belum bisa (dihitung)” katanya.

Ia membenarkan kebakaran tidak hanya melumat pabrik. Tetapi ikut membakar kantor. Pabrik dan kantor berada dalam satu bangunan. Sehingga dengan mudah membuat dua ruangan itu terbakar.

Kepala Seksi Oprasional Damkar Lombok Barat Lalu Satriawan menuturkan, api baru berhasil dijinakkan pihaknya setelah satu jam. Sekitar pukul 21.00 Wita, api sudah bisa dipadamkan.

“Kita turunkan tiga unit kendaraan, dibantu dari Damkar Kota Mataram,” terang Satriawan.

Selain itu, ada juga water canon milik polisi yang ikut membantu memadamkan api. “Tadi sempat dikhwatirkan drum-drum (isi bahan kimia) itu meledak, untungnya jauh dari api,” tandasnya. (zad/r6)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post