Lombok Post
Poltekpar Lombok Today

Peran Dosen di Kancah Internasional

FOTO BERSAMA: Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Hamsu Hanafi (enam dari kanan) dengan wakilnya, Farid Said (enam dari kiri) dan Direktur Poltekpar Palembang Zulkifli Harahap (empat dari kanan) berfoto bersama beberapa peserta dari berbagai negara di Asia Barat. Saat mengikuti kegiatan Asia Congress of Tourism Research 2019 di Istanbul, Turki, beberapa waktu lalu.

SEBAGAI lembaga pendidikan tinggi vokasi di bidang pariwisata, Politeknik Pariwisata Lombok sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepariwisataan. Tidak hanya sebatas di daerah dan kancah nasional, namun kali ini Poltekpar Lombok juga ikut serta dalam kegiatan yang melibatkan berbagai negara, dan ikut aktif sebagai presenter kegiatan konferensi serta kongress internasional.

Direktur Poltekpar Lombok beserta wakilnya, Hamsu Hanafi dan Farid Said, beberapa waktu yang lalu telah mengikuti beberapa kegiatan di Turki dan Dubai. Tepatnya pada tanggal 24 September sampai 1 Oktober 2019.

“Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan selama sepekan di dua negara tersebut. Diantaranya adalah mengikuti kegiatan International West Asia Congress of Tourism Research, dan melakukan beberapa kunjungan,” kata Farid Said.

Kegiatan perdana diawali dengan pertemuan antara pihak Poltekpar Lombok dengan Prof Dr. Omer Akgin Tekin, dari Sulaiman Demirel University. Pertemuan dengan Director of Halal Tourism Research & Application Center Turkey tersebut, bertujuan untuk membahas penerapan pariwisata halal yang ada di Turki dan Lombok.

Selanjutnya, Hamsu Hanafi dan Farid Said melanjutkan kegiatannya pada acara International West Asia Congress of Tourism Research (IWACT 2019), yang diselenggarakan pada tanggal 27 sampai 29 September di Istanbul, Turki. Perwakilan dari Politeknik Pariwisata Lombok tersebut mempresentasikan makalahnya yang berjudul, Dampak Promosi Pariwisata Pasca Gempa di Lombok.

Sebelumnya, pihak Poltekpar Lombok bekerjasama dengan direktur Politeknik Pariwisata Palembang, membuat makalah yang diikutsertakan pada acara IWACT 2019. Makalah tersebut akhirnya masuk nominasi, untuk dipresentasikan di hadapan 150 peserta dari 12 negara yang ada di Asia Barat. Hasilnya, pihak dari negara Turki ingin mengadopsi makalah dari Poltekpar Lombok tersebut. Tentang bagaimana sistem penanganan bencana dan model pemulihan wisatawan pasca gempa, yang juga pernah dialami oleh negaranya.

Tidak hanya sekedar memaparkan makalah, namun keikutsertaan Poltekpar pada kegiatan Internasional, juga bertujuan untuk memperkenalkan Lombok kepada negara-negara yang ikut hadir dalam acara IWACT 2019. Selain itu, dengan hadirnya mereka disana diharapkan mampu terjalin kerjasama, serta memperluas wawasan mengenai penerapan halal tourism. Sebab seperti yang sudah kita ketahui, Negara Turki adalah salah satu negara yang terkenal dengan destinasi wisata halalnya.

Setelah rangkaian kegiatan yang ada di Turki selesai, pihak Poltekpar Lombok berkunjung ke Dubai sebelum kembali ke Indonesia. Pada kesempatan ini, direktur beserta wakilnya mengunjungi The Emirates Academy of Hospitality Management. Yang merupakan Perguruan Tinggi Pariwisata terbaik di Dubai.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem pendidikan yang ada disana. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Dubai, tentunya banyak ilmu yang bisa didapatkan oleh pihak Poltekpar untuk diterapkan di kampus yang terletak di Lombok Tengah tersebut.

Farid Said juga menambahkan, kegiatan ini kedepannya akan diwajibkan bagi seluruh dosen Politeknik Pariwisata Lombok. Baik itu event Internasional yang diadakan dari dalam, maupun luar negeri. Bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pembawa makalah ilmiah bidang pariwisata. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Politeknik Pariwisata Lombok, sebagai institusi pendidikan berstandar internasional.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami harap dosen-dosen Poltekpar bisa menjadikannya contoh. Menulis makalah ilmiah dan bisa lolos di kancah internasional. Tidak hanya untuk mempromosikan Lombok dan Poltekpar, namun kita juga mampu menjadi pembicara internasional,” tutup Farid. (lrs)

Berita Lainnya

Lombok Harus Gencar Halal Tourism

Redaksi Lombok Post

Mahasiswa PKL ke Tana Toraja

Redaksi Lombok Post

Gelar Lombok Tabex November Mendatang

Redaksi Lombok Post

Gelar Gala Dinner Event Hingga Desember

Redaksi Lombok Post

Rutin Gelar Bakti Wisata

Redaksi Lombok Post

320 Mahasiswa Baru Widyawisata ke Industri

Redaksi Lombok Post

Turut Mengembangkan SDM Pariwisata Labuan Bajo

Redaksi Lombok Post

Peningkatan Kompetensi SDM di Mandalika

Redaksi Lombok Post

Kemenpar Berikan Pelatihan TOT Desa Wisata kepada 20 Dosen

Redaksi Lombok Post