Lombok Post
Feature NTB

BRI Gelar Business Gathering Dengan PJTKI

BRI Business Gathering bersama PJTKI
FOTO BERSAMA: Pemimpin Cabang BRI Kanca Mataram Dwi Hendro Susatyo (depan lima dari kiri) bersama berbagai pengurus Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) se-Pulau Lombok di Hotel Aston Inn, kemarin (7/10).

Apjati NTB Sambut Baik Kerja Sama di BRI

MATARAM-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Kantor Cabang Mataram menggelar Business Gathering bersama berbagai pengurus Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) se-Pulau Lombok di Hotel Aston Inn, kemarin (7/10). Kegiatan ini sebagai upaya dalam mempererat tali silaturahmi dan kemitraan antara BRI dan PJTKI di NTB. ”Tujuan bertemu dengan asosiasi menjembatani PJTKI karena adanya aturan baru dalam pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) keluar negeri,” kata Pemimpin Cabang BRI Kanca Mataram Dwi Hendro Susatyo pada Lombok Post.

Ia menerangkan, BRI berusaha masuk membantu melalui skema pembiayaan kepada perusahaan dan PMI langsung. Salah satunya pembiayaan ke PMI langsung melalui program KUR TKI yang digalakkan pemerintah. ”Untuk persiapan pemberangkatan PMI ini bisa menggunakan KUR TKI yang pembiayaannya Rp 25 juta,” jelasnya.

Dalam hal ini, BRI berusaha memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan PMI. Ini perlu agar semua tidak ada kekhawatiran tidak bisa memberangkatkan pekerja ke luar negeri. ”Mudah-mudahan kami bisa masuk melalui itu untuk membantu perusahaan dan PMI. Jadi tidak akan pusing lagi dengan pembiayaan tersebut,” tambahnya.

Menurutnya dengan ada kerja sama ini akan meningkatkan sinergi BRI dengan perusahaan maupun dengan PMI. Kedepan dengan adanya MoU maka akan ada penjaminan pinjaman PMI bisa lunas melalui perusahaan. Karena dengan ada kerja sama, maka semua akan dilaksanakan by sistem, dimana gaji PMI yang disalurkan ke perusahaan akan bisa langsung autodebet ke BRI. ”Fasilitas yang kami akan siapkan KUR TKI, medical chek up PMI, dan pembekalan PMI saat berangkat. Pembekalan ini perlu agar kebutuhan lainnya seperti asuransi, dana pensiun bisa dipenuhi PMI sebelum mulai kerja di luar negeri,” tambahnya.

Dalam kegiatan business gathering yang digelar ini berbagai keunggulan fasilitas yang disiapkan BRI untuk menunjang PMI di luar negeri ditampilkan. Ini untuk semakin meyakinkan, fasilitas yang ada di BRI sangat memadai dalam pengelolaan pembiayaan untuk PMI. Bahkan dilakukan tele-conference system layanan bagi pekerja Indonesia yang ada di luar negeri. Karena semua layanan telah terintegrasi by sytem dan berbasis online.

Sementara itu Ketua Apjati NTB Muhammadun mengatakan menyambut baik kerja sama PJTKI dengan BRI Kanca Mataram. Ini tentunya akan membantu perusahaan lebih mudah lagi dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. ”Dengan adanya kerja sama ini akan mengurangi kesulitan PJTKI dalam urusan perbankan,” katanya.

Ia mengatakan dengan BRI memback-up dan membantu perusahaan juga tenaga kerja bisa memangkas kesulitan selama ini bersama perbankan. Dengan ada kerja sama ini, semua akan dipermudah oleh BRI dari cost biaya keberangkatan tenaga kerja tersebut. Apalagi dengan tingginya cost biaya yang harus disiapkan tenaga kerja. Termasuk adanya aturan baru yang mengharuskan pembiayaan melalui salah satu bank dengan dana KUR TKI. Aturannya seperti itu sekarang, yang bertujuan untuk bisa dibukanya Surat Izin Pengerahan (SIP). Kalau tidak ada kerja sama dengan bank, maka otomatis tidak bisa memberangkatkan tenaga kerja keluar negeri. ”Jadi kami sangat merespon positif kerja sama ini. Karena ini syarat mutlaknya harus ada Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara  perusahaan TKI dan perbankan,” tuturnya.

Dimana dengan mulai dibukanya kran pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah, maka akan dibutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi dengan ada kerja sama ini, maka BRI sangat siap mensupport semuanya. ”Kerja sama PJTKI dan BRI ini akan sangat membantu,” tandasnya. (nur/*)

Berita Lainnya

Kawasan Samota Butuh Infrastruktur Pendukung

Redaksi Lombok Post

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika Didukung Penuh DPD RI

Redaksi Lombok Post

Pengembangan RSUD Kota Mataram Tak Bisa Terlaksana Tahun Depan

Redaksi Lombok Post

Gubernur NTB Wajibkan Aparat Pemerintah Desa Ramah pada Investasi dan Melek Informasi

Redaksi Lombok Post

Usai Kebakaran, Pendakian Rinjani Kembali Dibuka tapi Ancaman Masih Ada

Redaksi Lombok Post

Pertumbuhan Ekonomi NTB Tertinggi Keempat di Indonesia

Redaksi Lombok Post

Sekolah Buin Batu di Tambang Batu Hijau Wakili Indonesia dalam Ajang Kompetisi Pendidikan Tingkat Internasional

Redaksi Lombok post

Berkunjung ke Sekolah Cinta Bahasa Milik Yoshida Chandra

Redaksi Lombok Post

500 Orang Jadi Karyawan Permanen PT Macmahon

Redaksi Lombok Post