Lombok Post
Headline Kriminal

Digertak Jaksa, Dewan Lobar Melunak

Agus Taufikurrahman

MATARAM—Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya laporan SPPD fiktif di DPRD Lombok Barat (Lobar). Temuan itu muncul pada tahun 2018. Totalnya, Rp 535.072.350.

Sebelumnya, DPRD Lobar masih “enggan” mengembalikan uang negara. Beberapa dewan belum juga mengembalikan  hingga 60 hari semenjak  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dikeluarkan.

Hingga akhirnya, Kejari Mataram mengambil tindakan. Mereka langsung menagih tunggakan para wakil rakyat itu. Alhasil, seluruh anggota dewan dan mantan dewan itu telah mengembalikan seluruhnya.  ”Temuan BPK sudah dilunasi semua,” kata Kasi Intelijen Kejari Mataram Agus Taufikurrahman  saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (7/10).

Dia mengakui, ada beberapa dewan yang ngeyel. Tetapi, setelah diancam akan dilakukan proses hukum, anggota dewan itu melunak. ”Dan bersedia melunasinya. Sekarang sudah lunas dibayar,” ujarnya.

SPPD fiktif yang ditemukan BPK itu, ada 44 anggota DPRD periode sebelumnya yang terjerat. Jumlah SPPD fiktif yang ditanggung per anggota DPRD bervariasi. “Dari Rp 5 juta hingga Rp 35 juta,” jelasnya.

Dari seluruh SPPD fiktif itu bukan saja muncul dari anggota dewan. Melainkan juga dari sekretariat dewan. ”Ada juga dari OPD. Kalau dari OPD jumlahnya Rp Rp 149,8 juta. Tetapi semua sudah disetorkan,” bebernya.

Agus memastikan, kasus ini tidak akan dilanjutkan ke proses hukum. Karena, pihak terkait sudah mengganti kerugian negara. “Tidak bisa diproses. Penagihan yang dilakukan ini bentuk upaya preventif dalam penanganan korupsi,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penanganan korupsi, bukan saja bertujuan untuk memenjarakan pelaku. Tetapi, tujuan utama adalah memulihkan kerugian negara. ”Percuma menghukum pelaku kalau kerugian negaranya tidak pulih,” ucapnya.

Dia berharap, persoalan ini bisa menjadi pelajaran bagi dewan dan aparatur pemerintah lainnya. Agar tidak sembarangan menggunakan uang negara. ”Harus taat administrasi juga dalam menggunakan uang negara,” pungkasnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post