Lombok Post
Kriminal

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

BELUM KAPOK: Pelaku curanmor dikawal ketat kepolisian saat digelandang ke sel tahanan Polres Mataram, kemarin (7/10).

MATARAM-Pelaku curanmor berinisial MA alias Muksin belum juga kapok. Pelaku yang sudah tiga kali masuk bui itu kembali mengulangi aksi pencuriannya.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, Muksin beraksi di Jalan Kecubung I Gang Matahari, Gomong, Mataram, pekan lalu. Dia mengambil sepeda motor berplat EA 5097 SN. ”Dia mengambil motor itu tanpa menggunakan kunci T atau kunci khusus lainnya,” kata Saiful, kemarin (7/10).

Dia mencuri saat melihat kunci sepeda motor masih bergelantungan di sepeda motor. Melihat korbannya lengah, Muksin langsung melarikan sepeda motor korban. ”Korban langsung melapor. Kmaia langsung melakukan tindakan hukum,” ujarnya.

Sepekan menganalisa, tim langsung bergerak. Hasil penyelidikan, mengarah pada Muksin.

Dugaan kepolisian terjawab. Itu setelah, pria berusia 41 tahun tersebut sedang mengendarai sepeda motor hasil curiannya di wilayah Cakranegara. ”Tim membuntutinya,” kata dia.

Pelaku berhenti pada salah satu rumah di Gang Rambutan Cakranegara. Rencananya, sepeda motor hasil pencuriannya akan digadai. ”Sebelum serah terima uang, tim langsung menangkapnya,” jelasnya.

Tim langsung mengamankan Muksin ke Mapolres Mataram untuk melakukan pemeriksaan. Dihadapan penyidik, Muksin mengaku dirinya yang mencuri. ”Dia (Muksin, Red) melakukannya sendiri,” terangnya.

Pelaku yang berprofesi sebagai pedagang itu mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Guna memenuhi kebutuhan keluarganya. ”Pelaku memiliki tiga orang anak,” ucapnya.

Sampai saat ini, polisi belum menemukan jaringan curanmor yang lain. Karena, pelaku tetap bersikukuh dan meyakinkan penyidik dia melakukannya sendiri.”Untuk sementara ini, dia melakukannya sendiri,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Muksin terancam dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Pelaku Muksin mengaku, dia nekat mencuri untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Dia sudah enam kali melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polres Mataram. ”Satu kali diwilayah Kecamatan Ampenan, tiga kali di Mataram, dan dua kali di Cakranegara,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, dia mendekam selama tiga kali di dalam penjara. Pada 2010, 2013, dan 2017. ”Sekarang yang keempat,” pungkasya.  (arl/r2)

Berita Lainnya

Sekda KLU Diklarifikasi Polda NTB Terkait Anggaran Sewa Rumah Kepala Daerah

Redaksi Lombok Post

Karang Bagu Digerebek, Pembeli Ditangkap, Penjual Sabu Lolos

Redaksi Lombok Post

Sengketa Lahan di KEK Mandalika, ITDC Kalah Ditingkat Banding

Redaksi Lombok Post

Ratusan Motor Bodong Terjaring Operasi Zebra

Redaksi Lombok Post

Jaksa Tunggu SKK Pemprov NTB Terkait Penyelesaian Pengelolaan Lahan di Gili Trawangan

Redaksi Lombok Post

Para Pembunuh Bayi Tak Tersentuh

Redaksi Lombok Post

Jangan Belagu! Bule Juga Ditilang!

Redaksi Lombok Post

Vonis Liliana Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Redaksi Lombok Post

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post