Lombok Post
Headline Kriminal

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

SEGERA DIPINDAHKAN: Penyelundup narkoba asal Perancis, Dorfin Felix menjalani sidang di PN Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Penyelundup narkoba asal Perancis, Dorfin Felix berupaya melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.  Meski berhasil digagalkan petugas nyatanya Dorfin  berhasil membobol tembok sel.

Untuk mengantisipasi upaya Dorfin, Lapas Mataram segera memindahkan narapidana (Napi) asal Perancis itu ke Lapas yang memiliki pengamanan lebih ketat.

Kalapas Mataram Tri Saptono Sambudji mengatakan, Dorfin masuk kategori Napi high risk (resiko tinggi). Bukan sekali saja dia kabur. Sebelumnya, dia juga pernah kabur dari rumah tahanan (Rutan) Polda NTB. ”Makanya kita harus pindahkan Dorfin ke Lapas yang super maximum security,” kata Saptono, kemarin (8/10).

Dia sudah mendapatkan informasi, putusan Dorfin sudah inkrah. Hanya saja, belum mendapatkan salinan putusannya. ”Salinan putusan itu juga sebagai dasar kita untuk mengajukan pemindahan,” kata dia.

Berkas pemindahan sudah disiapkan. Rencananya, hari ini  (9/10), Lapas Mataram akan menggelar sidang bersama Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). ”Besok ini (9/10) kita gelar sidang TPP,” jelasnya.

Sidang TPP bagian dari proses pemindahan napi ke Lapas yang lain. Pada sidang itu akan dimintakan pendapat petugas lapas dan narapidana terkait tingkah laku Dorfin. ”Jadi, pemindahan itu bukan atas keinginan saya sendiri. Melainkan atas hasil sidang TPP,” bebernya.

Nanti hasil sidang itu akan diberikan ke Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI. Selain itu, Lapas Mataram juga akan memberikan pertimbangan khusus terkait alasan pemindahan Dorfin.

”Upaya dia (Dorfin, Red) ingin melarikan diri  dan pernah melarikan diri dari Rutan Polda NTB menjadi dasar kita mengajukan pemindahan Dorfin ke Lapas yang super maksimum security,” ujarnya.

Saptono mengatakan, di Indonesia ini ada dua Lapas yang pengamanan sangat ketat. Yakni, Lapas Nusa Kambangan dan Lapas Gunung Sindur, Bogor. ”Saya tidak tahu kemana akan dipindah. Apakah ke Nusa Kambangan atau Gunung Sindur. Itu bukan wewenang saya,” kata dia.

Upaya pemindahan Dorfin ke Lapas super maksimum security untuk mengantisipasi dia melarikan diri. Jika kabur, bakal menambah pekerjaan Lapas. ”Saya rasa, Dorfin ini sudah profesional. Harus antisipasi upayanya untuk kabur,” ucapnya.

Sementara itu, penasihat hukumnya Deni Nurindra mengatakan,  pihak dari kedutaan perancis sudah bertemu dengan Dorfin di Lapas Mataram. Mereka membicarakan seputar permintaan grasi ke presiden dan pemindahan penahanan. ”Belum ada perkembangan terkait rencana grasi,” kata Deni.

Pihak kedutaan meminta untuk memindahkan lokasi penahanannya. Mereka meminta Dorfin dipindahkan ke Lapas Bali. “Karena di Bali, negara perancis memiliki perwakilan konsulat. Sehingga, Dorfin  dapat diawasi,” kata dia.

Diketahui, Dorfin mengirim barang haram dari Lyon, Perancis menuju Lombok International Airport (LIA). Sebelum sampai ke Indonesia, pesawat yang ditumpangi Dorfin transit di Frankfurt, Jerman lalu ke Singapura dan masuk ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) .

Dari Bandara Soetta dia langsung terbang ke  Lombok, pada 20 September lalu. Saat turun terdeteksi  X Ray barang bawaan Dorfin yang terbungkus di dalam koper ada yang aneh. Sehingga dilakukan penggeledahan. Ternyata, benar Dorfin membawa narkoba.

Narkoba berbagai jenis dalam sembilan paket di dua koper terbongkar petugas Bea Cukai Mataram. Dorfin ditangkap dan diserahkan ke Polda NTB untuk penyidikannya.

Dorfin mengimpor narkoba jenis sabu dengan berat 2,9 kilogram. Untuk mengantarkan barang haram itu, Dorfin mendapatkan upah 5.000 euro atau setara Rp 87 juta. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post