Lombok Post
Kriminal

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

MASIH DIUSUT: Seorang pengendara melintas di depan ruko yang menjadi aset cilinaya. Aset Kota Mataram itu diduga diperjualbelikan dan masih diselidiki Polres Mataram.

MATARAM-Sudah tiga tahun lebih kasus  dugaan korupsi aset pertokoan  Cilinaya di Kota Mataram diusut Polres Mataram. Tetapi, belum ada perkembangan atas penanganan kasus tersebut.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, kasus tersebut ditangani sejak 2016. Masih proses penyelidikan. ”Nanti kita lihat lagi,” kata Saiful, kemarin (8/10).

Dia enggan membeberkan apa yang menjadi kendala penanganan kasus tersebut. Sehingga, kasus tersebut mengendap. ”Nanti saya gelar dulu dengan penyidik,” jelasnya.

Saat gelar nanti akan dibedah persoalannya. Sehingga, dapat  menentukan langkah apa yang diambil penyidik ke depan. ”Nanti saja tunggu hasil gelar perkaranya,” kelitnya.

Apakah kasus tersebut akan dihentikan atau dilanjutkan?. Saiful enggan memberikan ketegasan. ”Nanti saja dah dulu,” ujarnya.

Dia mengaku, belum mengkoordinasikan dengan penyidik terkait penanganan tersebut. Yang pasti lanjutnya, setiap perkara korupsi yang ditangani di Polres Mataram tetap menjadi atensi untuk diselesaikan. ”Tunggu saja ya,” ucapnya lalu masuk ke ruangannya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi aset Cilinaya mulai diselidiki sejak 2016. Kala itu, Polres Mataram dipimpin Heri Prihanto serta Kasatreskrim dijabat AKP Zaky Maghfur.

Penanganan kasus tersebut sempat menjadi rebutan. Karena di waktu yang sama kasus tersebut juga ditangani Kejati NTB.

Hanya saja, Polres Mataram terlebih dahulu mengeluarkan surat perintah penyelidikan (Sprinlid). Sehingga, penanganannya dilanjutkan Polres Mataram.

Pada aset tersebut diduga ada sebanyak 16 titik yang bermasalah. Terindikasi seluruh titik itu diperjualbelikan pihak ketiga, PT PCF.

Penjualannya dilakukan berkala. Terhitung mulai 1997, 1998, 1999, 2001, terakhir pada Agustus 2015. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post

Digertak Jaksa, Dewan Lobar Melunak

Redaksi Lombok Post