Lombok Post
Headline Kriminal

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

MUSNAHKAN BARANG BUKTI: Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin di Mako Brimob Polda NTB, kemarin (10/10).

MATARAM--Satbrimob Polda NTB musnahkan barang bukti bom  dan peledak lain  hasil sitaan kemarin (10/10).  Pemusnahan bom dilakukan di Mako Brimob Polda NTB. Barang bukti dimusnahkan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana dan Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin.

Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pemusnahan barang bukti bom itu merupakan perintah langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Perintah itu efek dari meledaknya gudang penyimpanan bahan peledak di Mako Brimob Srondol Jawa Tengah, (14/9) lalu. ”Kita jalankan perintah Kapolri,” kata Nana usai memusnahkan barang bukti di Mako Brimob Polda NTB, kemarin (10/10).

Langkah itu untuk mengantisipasi supaya kasus di Mako Brimob Srondol tidak terulang lagi. Sehingga, tidak berdampak membuat resah masyarakat. ”Kita tetap antisipasi supaya tidak terjadi seperti di daerah lain,” bebernya.

Menurutnya, bahan peledak sudah lama tersimpan di gudang. Bahan tersebut memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi.

Ditambah lagi, kondisi cuaca yang panas. Hal itu, bisa menjadi pemicu terjadinya ledakan.” Cuaca sulit diprediksi. Kondisi itu berpengaruh terhadap gudang penyimpanan bahan peledak,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, di NTB tidak memiliki gudang penyimpanan bahan peledak khusus. Sehingga, perlu antisipasi supaya tidak terjadi ledakan. “Maka untuk mengurangi risiko terhadap barang bukti temuan yang sudah memiiki kekuatan hukum tetap maka hendaknya dilakukan pemusnahan,” kata dia.

Temuan bahan peledak yang dimusnahkan merupakan temuan masyarakat dan anggota. Dari jajaran di Polres Bima hingga  Mataram. ”Ada juga bahan peledak yang dimusnahkan ini temuan perang dunia ke-2,” kata dia.

Dansat Brimob Polda NTB  Kombes Pol Taufik Hidayat menambahkan bahan peledak yang dimusnahkan masih aktif. Seluruhnya didapatkan dari wilayah hukum Polda NTB. ”Total ada sebanyak 2.064 peledak yang dimusnahkan,” kata Taufik.

Rinciannya, 8 buah jenis granat mortil, 8 granat Frag, 41 buah geranat offensive, 4 buah bom ikan, 2.000 buah detonator rakitan, 1 buah granat rifle. ”Semua itu kita musnahkan,” pungkasnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post