Lombok Post
Headline Metropolis

Mandalika Disuntik Rp 2,02 Triliun, Sirkuit MotoGP Sudah 10 Persen

Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer memberi penjelasan kepada Menteri Pariwista Arief Yahya soal progress terkini pembangunan sirkuit MotoGP Manalika di KEK Mandalika, kemarin (10/10).

PRAYA-Suntikan dana untuk merampungkan sejumlah fasilitas pendukung event MotoGP Lombok di Mandalika terus dikucurkan pemerintah pusat. Kali ini, Mandalika dipastikan tahun 2020 akan mendapat dana Rp 2,02 triliun. Bertamah lagi, dari sebelumnya yang sempat disebutkan nilainya Rp 1,9 triliun.

Kepastian dana tersebut dibeberkan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meninjau Mandalika, kemarin (10/10). Dengan dana Rp 2,02 triliun itu, Menteri Arief menegaskan, semua kebutuhan dasar yang ada di KEK Mandalika harus beres tahun 2020 mendatang. Sehingga berbagai persiapan dan kebutuhan untuk menunjang kawasan, harus segera diusulkan kepada pemerintah pusat melalui berbagai kementerian yang sudah ditunjuk.

“Untuk tahun 2020, total alokasi dukungan anggaran untuk destinasi superprioritas Mandalika mencapai Rp 2,02 triliun,” ungkap Menteri Arief.

Menteri asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut pun meminta manajemen ITDC segera mengawal anggaran itu untuk menjadi berbagai program ke depannya.

Arief menjelaskan, bahwa dari Kementerian PUPR pada tahun 2020 dialokasikan sekitar Rp 1,747 triliun, yang digunakan untuk pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Lombok ke Mandalika. Selain itu, dana ini juga digunakan untuk pengembangan ruang terbuka publik dan promenade di pesisir pantai selatan, serta pengembangan wisata di kasawan Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

“Dari PUPR, dana ini juga disiapkan untuk berbagai kegiatan seperti pembangunan rumah susun dan berbagai program lainnya,” katanya.

Sementara khusus dari Kementerian Pariwisata, pihaknya kata Arief menyiapkan anggaran Rp 118,25 miliar. Dana tersebut untuk fasilitas pengembangan destinasi wisata, fasilitas promosi, dan peningkatan kapasitas, serta potensi pariwisata.

Selain itu juga ada anggaran di berbagai kementerian lainnya, seperti Kementerian Perhubungan, PDT, Kementerian Lingkungan Hidup, dan berbagai kementerian lainnya. Sehingga dana tersebut, harus bisa dimanfaatkan untuk bagaimana mendukung keberadaan KEK Mandalika. Terlebih kedepan akan ada event MotoGP yang akan menjadi daya tarik wisatawan.

“Jadi apapun kebutuhan dasar harus bisa diselesaikan pada tahun 2020. Sehingga pada tahun 2021, event MotoGP bisa berjalan,” tegas Menteri Arief.

Termasuk di dalamnya bagaimana mempersiapkan Sumber Daya Manusia masyarakat setempat. “Mereka harus kita diberikan berbagai pelatihan juga,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer menegaskan, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan terhadap lokasi Mandalika. Terutama yang menjadi lintasan Sirkuit MotoGP. Sehingga pihaknya ke depan juga akan terus mengawal berbagai program yang disediakan oleh pemerintah dalam mendukung kawasan itu.

“Pada tahun 2021, sebanyak 1.000 kamar hotel sudah bisa ditempati. Mulai dari Pullman, Royal Tulip, dan berbagai hotel lainnya,” katanya.

Termasuk berbagai persiapan menyambut event MotoGP sudah mulai dilaksanakan pihaknya. Disampaikan juga, bahwa progres pembangunan yang ada saat ini sudah sangat baik. Terlebih dengan adanya dukungan dari pemerintah, maka ke depan berbagai pembangunan ini diharapkan bisa berjalan dengan lancar.

Mulai dari optimalisasi UMKM, penyusunan pedoman dan juga akan ada penghijauan di perbukitan, dengan melakukan tanam bunga. “Biar menjadi Pink Mandalika,” ujarnya.

Tinjau Sirkuit

Dalam kunjungan ke Mandalika kemarin, Menteri Arief didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTB dan Direksi Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), melihat dari dekat progress pembangunan Sirkuit MotoGP di Mandalika.

Di sela pemantauan tersebut, Menteri Arief mendapat penjelasan secara mendetail dari Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer terkait letak dan bagaimana kondisi pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika.

Menteri Arief juga meninjau langsung seluruh lintasan sirkuit tersebut, sembari mendapatkan penjelasan terkait dengan konstruksi bangunannya.

Arif Yahya mengaku setelah melakukan pemantauan langsung lokasi pembangunan, dia mengetahui kalau saat ini progres pembangunan sirkuit sudah mencapai sekitar 10 persen. Dan ujungnya nanti akan siap untuk melaksanakan event MotoGP pada tahun 2021.

“Ini  kita punya pertama kali, dan kalau ada berita yang mengatakan tidak menguntungkan, maka saya harus melakukan klarifikasi. Karena tidak ada referensi yang mengatakan MotoGP di seluruh dunia itu tidak menguntungkan,” tandas Arief Yahya.

Disampaikan, ke depan ada sekitar 100.000 wisatawan yang diproyeksikan akan mengunjungi atau menonton MotoGP. Sehingga hal ini tentu akan berdampak pesat terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Terlebih pembelian tiket untuk event MotoGP ini juga sudah bisa didapatkan mulai November 2019. Sehingga pihaknya optimistis kegiatan MotoGP ini akan sangat menguntungkan.

Ditegaskannya, Indonesia merupakan salah satu pengguna motor terbesar di dunia. Dengan kata lain bahwa penggemar MotoGP di domestik sangat besar. Dan di dunia juga sangat besar. Sehingga MotoGP akan menjadi daya tarik utama KEK Mandalika.

Menteri Arief juga memastikan, berbagai kendala yang ada saat ini seperti pembebasan lahan, tidak akan menggangu kegiatan pembangunan di dalam kawasan. Mengingat masalah lahan memang menjadi permasalahan yang sering terjadi dalam pengembangan pariwisata. Hanya saja pihaknya optimistis dengan sinergitas berbagai komponen, akan menjadikan berbagai permasalahan cepat rampung.

Saat ini, progres pembangunan keseluruhan sirkuit MotoGP baru 10 persen dengan progres Ground Work mencapai 30 persen. Dimana dalam sirkuit juga akan dibangun sekitar tiga terowongan. Hal itu dilakukan agar nantinya wisatawan bisa masuk di area tengah sirkuit. Mengingat  konsep sirkuit ini bukan tertutup, dan menjadi satu-satunya di dunia yang telah mendapatkan izin ketika tidak digunakan balapan, maka bisa digunakan untuk kegiatan wisata yang lain.

“Jadi ada akses untuk menuju kawasan di tengah sirkuit, karena di lokasi juga akan kita buatkan destinasi wisata, seperti tempat camping dan pariwisata lainnya,” kata Abdulbar.

Sehingga, akses melalui terowongan tersebut tidak akan sampai mengganggu balapan.

Rencananya, pada Desember mendatang, pengaspalan untuk lintasan sudah mulai dilakukan. Dan akhir tahun 2020, seluruh sirkuit sudah selesai, serta segera di uji coba.

Selanjutnya pada November 2019 nanti sambungnya, akan dilaunching untuk penjualan tiket awal MotoGP, yang rencananya untuk awal, tiket akan dijual sebanyak 20.000 tiket. Ada kabar, bahwa harga tiket yang akan dijual perdana ini ada yang di bawah Rp 1 juta.

Sirkuit MotoGP Mandalika sendiri direncanakan memiliki panjang 4,32 km. Terdapat 19 tikungan dan memiliki kapasitas area paddock mencapai 40 garasi. Sementara area grand stand berkapasitas 50.000 tempat duduk, dan area berdiri mencapai 138.000. Khusus untuk hospitality suites akan berkapasitas 7.700 pengunjung.

Sementara itu, mengingat keterbatasan kapasitas hotel NTB, saat ini tengah disiapkan rencana untuk kemudahan aksesibilitas wisatawan dari Bali ke Lombok yang akan hadir menonton MotoGP 2021. ITDC telah membahas hal tersebut dengan Angkasapura I, Damri, dan Pelindo. (dss/kus/r6)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post