Lombok Post
Headline Metropolis

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

RAKOR: Mulai dua dari kiri; Kepala Kanreg X BKN Denpasar Bambang Hari Samasto, Aisten III Setda NTB Hj Hartina, dan Kepala BKD NTB H Fathurrahman, dalam rakor persiapan pengadaan CPNS 2019, di Mataram, kemarin (10/10).

MATARAM-Jumlah pelamar CPNS tahun ini diperkirakan akan melonjak signifikan. Bila tahun lalu, jumlah pelamar mencapai 62 ribu orang. Maka tahun ini, mempertimbangkan jumlah lulusan perguruan tinggi yang baru, maka jumlah pelamar bisa tembus hingga 74 ribu orang. Jika tidak diantisipasi, pemerintah bisa kewalahan melayani para calon abdi negara ini.

Karena itu, menjelang rekrutmen CPNS, Badan Kepagawaian Daerah (BKD) se-NTB mematangkan persiapan. Salah satu persoalan yang perlu diselesaikan yakni keterbatasan sarana prasarana untuk ujian seleksi.

“Tahun ini BKN tidak lagi menyediakan sarana prasarana untuk pelaksanaan ujian SKD dan SKB di daerah,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman dalam rapat koordinasi pengadaan CPNS 2019, di Fave Hotel Mataram, kemarin (10/10).

Berbeda dengan tahun lalu, BKN menyediakan sarana prasarana untuk pengadaan CPNS berbasis komputer. Tapi tahun ini, BKN hanya menyediakan tenaga teknis dan server. Sehingga pemda harus menyiapkan sendiri sarana prasarana rekrutment CPNS 2019.

Masing-masing pemda sanggup melaksanakan rekrutmen mandiri. Artinya Pemprov NTB dan 10 kabupetan/kota menggelar rekrutmen di tiap daerah. Sehingga ada 11 titik tes. Konsekuensinya, mereka harus menyiapkan sarana prasarana seperti komputer. ”Tiap daerah minimal punya 100 komputer,” katanya.

Diperkirakan jumlah pelamar tahun ini melonjak hingga 20 – 50 persen. Dimana tahun lalu pelamar mencapai 62 ribu orang. Lonjakan itu bisa terjadi karena sisa pelamar tahun lalu diperkirakan akan kembali mendaftar, ditambah lulusan perguruan tinggi yang bertambah.

Beberapa pemda sudah memiliki stasiun Computer Assessment Test (CAT), ada juga yang akan bekerja sama dengan SMK. Mereka akan meminjam laboratorium komputer sekolah.

Hanya saja, jumlah tenaga yang diberikan BKN ke daerah terbatas. Karena itu, BKN meminta rekrutmen dilakukan di tujuh lokasi. Beberapa daerah bergabung di satu lokasi, seperti tahun lalu. ”Persoalannya, bagi kita tidak mudah, sarana prasarana terbatas,” ujarnya.

Bila beberapa daerah bergabung seperti tahun lalu, paling tidak dibutuhkan 300 unit koputer harus disediakan pemprov. Tidak mudah bagi pemprov mengadakan komputer sebanyak itu. ”Sehingga kami akan meminjam di beberapa SMK,” katanya.

Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar Bambang Hari Samasto yang hadir dalam rakor tersebut menjelaskan, pelaksanaan rekrutmen tahun ini memang tidak seperti dulu lagi. BKN hanya memfasilitasi sistem CAT dan tenaga teknis saja. Sedangkan sarana prasarana diseahkan ke daerah masing-masing. ”Sekarang kita bahas dulu kesiapan daerah gimana,” katanya.

Dia bahkan berharap, lokasi rekrutmen tidak diperbanyak, kalau bisa jangan sampai tujuh lokasi seperti tahun sebelumnya. Supaya BKN bisa membagi stafnya ke seluruh daerah secara merata. Jumlah tenaga BKN se-Indonesia sangat terbatas. ”Kalau kami seminim mungkin lokasi rekrutmennya,” kata Bambang.

Meski demikian, semua harus harus disepakati bersama agar tidak menghambat rekrutmen CPNS. Dia berharap hal-hal teknis tersebut bisa diselesaikan sebelum pelaksanaan rekrutmen. ”Untuk kouta CPNS dalam waktu dekat akan diumumkan BKN pusat,” ujarnya.

Tahun ini, pemprov megusulkan 500 formasi CPNS, baik untuk tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya.(ili/r6)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post