Lombok Post
Headline Metropolis

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

TPS DARURAT: Pemkot Mataram menjadikan lahan seluas 3,5 hektare di Lingkungan Kebon Talo, Kecamatan Ampenan, untuk menampung sampah yang belum bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok, kemarin (17/10).

MATARAM-Kebakaran TPA Kebon Kongok benar-benar membuat Kota Mataram kelimpungan. Tumpukan sampah muncul di setiap sudut kota. Kondisi ini jadi atensi DPRD Kota Mataram. Mereka meminta harus ada evaluasi terhadap UPTD TPA Regional Kebon Kongok.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd. Rachman mengatakan, TPA Kebon Kongok yang tidak bisa digunakan, membuat penumpukan sampah di Kota Mataram. Mengurangi kenyamanan aktivitas warga yang tinggal di ibu kota provinsi ini.

”Memprihatinkan kondisi ini. Kita minta untuk provinsi juga turun tangan. Memberikan solusi menindaklanjuti permasalahan di TPA,” kata Rachman, kemarin (17/10).

Selama ini, TPA Kebon Kongok dikelola UPTD Sampah Regional NTB. Di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ada dua wilayah yang membuang sampah ke TPA, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Kota Mataram diketahui menyetor Rp 12 miliar ke Pemprov NTB. Untuk biaya pengelolaan persampahan TPA Kebon Kongok. Kata Rachman, kebakaran kemarin membuktikan ada salah urus dalam pengelolaan TPA Kebon Kongok.

”Kalau tidak salah urus, tidak akan begini,” kritik ia.

Untuk itu, politisi Gerindra meminta Gubernur NTB untuk mengevaluasi jajarannya. Memberi perhatian lebih terhadap masalah tersebut. Jika tidak dibenahi, berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

”Sebentar lagi masuk musim hujan. Sampah menumpuk. Kalau tidak cepat selesai, bisa menimbulkan penyakit,” tandas Rachman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Irwan Rahadi mengatakan, tumpukan sampah di Kota Mataram sudah masuk kondisi darurat. Pemkot akhirnya membuka dua TPS darurat. Di Lingkungan Kebon Talo, Kecamatan Ampenan dan Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

”Sampah sementara kita tampung di sana. Kapasitas TPS dan depo kita sudah tidak sanggup lagi menampung,” kata Irwan terpisah, kemarin.

Di Lingkungan Kebon Talo, tanah seluas 3,5 hektare disiapkan. Menampung seluruh sampah yang belum bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok. ”Sekarang kita gunakan satu hektare dulu. Itu perkiraannya dua minggu sudah full,” terang Irwan.

Sebelumnya, Irwan menyebut sudah dilakukan rapat darurat bersama Pemprov NTB. Terkait penanganan kebakaran di TPA Kebon Kongok. Dalam pertemuan tersebut, DLH juga membahas dampak tumpukan sampah di Kota Mataram.

Kata Irwan, sebagai wajah NTB, harus dilakukan langkah konkrit atas kondisi tersebut. Dalam menangani dampak timbunan sampah di seluruh TPS. DLH berharap juga ada dukungan dari provinsi terkait itu.

”Kalau memang sudah darurat sekali, lahan yang ada sekarang ini kita luaskan. Sampah yang sudah di sana juga akan kita timbun pakai tanah,” tandas Irwan. (dit/r3)

Berita Lainnya

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Redaksi Lombok Post

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post

Tambang Rakyat Boleh, Asalkan?

Redaksi Lombok Post

Manfaatkan Limbah Plastik untuk Campuran Aspal

Redaksi Lombok Post

Status Jabatan Ispan Junaidi Ditentukan Hari Ini

Redaksi Lombok Post