Lombok Post
Headline Kriminal

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

PELAKU DITANGKAP: Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam memberikan keterangan dihadapan pelaku pembacokan di Mapolres Mataram, kemarin (17/10).

MATARAM-Bagong dan Marwan menjadi korban pembacokan di Gomong, Mataram Rabu malam (16/10). Dua pria yang asyik ngobrol di Jalan Airlangga itu dibacok tiga pemuda tak dikenalnya. Bagong dan Marwan kini masih dirawat intensif di RSUD Kota Mataram.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, dari hasil olah TKP, polisi sudah menangkap pelaku. Yakni, berinisial DO dan RI. “Mereka adalah pemuda yang sering mengamen di areal Jalan Airlangga,” kata Saiful, kemarin (17/10).

Peristiwa itu terjadi karena adanya kesalah pahaman. DO menitipkan gitar di salah satu warnet. ”Gitar itu sebagai alat mereka untuk mengamen,” bebernya.

Ketika DO akan mengambil kembali gitarnya, ternyata tidak ada di tempat. Sehingga, Bagong yang menjadi tukang parkir di areal Warnet pun ditanyakan. ”Saat Bagong ditanya tidak mengetahui keberadaan gitar itu,” jelasnya.

Sehingga, sempat terjadi cekcok antara DO dengan Bagong. DO pun pulang memanggil rekannya. ”DO mengajak RI dan salah satu rekannya (masih diburu) untuk kembali lagi ke warnet,” bebernya.

Tak lama berselang, mereka datang menggunakan satu sepeda motor dengan berbonceng tiga. Mereka membawa pisau. ”Kebetulan saat di lokasi itu, ada Bagong dan Marwan sedang asyik ngobrol,” ujarnya.

DO, RI dan satu rekannya langsung menyerang. Akibatnya, Bagong dan Marwan mengalami luka-luka.

Luka Bagong cukup parah. Dia mengalami luka robek di perut dan dada. Serta luka pada tangan dan kepala belakang.

Sementara Marwan mengalami luka robek pada kepala bagian belakang dan pinggang belakang. ”Kini para korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Saat melakukan aksi tersebut, ketiga pelaku dalam keadaan mabuk. Sehingga, mereka memiliki keberanian menganiaya korban. ”Memang mereka itu mabuk dulu,” kata dia.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam pasal 170 KUHP. Ancaman maksimal lima tahun penjara. (arl/r2)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Pemerintah Loteng Maunya Minimal 20 Persen Anak Miliki KIA

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Lalu Irwan Janjikan Perbaikan Jembatan dan Tempat Pemakaman Dasan Geres Tahun Depan Melalui Pokir

Redaksi Lombok Post

Gubernur Terima DIPA dan Dana Transfer dari Presiden

Redaksi Lombok Post

Mulai 2020, Calon Pengantin Wajib Ikuti Sertifikasi Pra Nikah

Redaksi Lombok Post

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Redaksi Lombok Post