Lombok Post
Metropolis

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

KEMBALI DITANGKAP: Satgas Dinsos Kota Mataram menangkap Gepeng Amaq Pasah di depan Pom Bensin Sayang-Sayang, kemarin.

MATARAM-Kota Mataram belum terbebas dari gelandangan pengemis (Gepeng). Berbagai modus dilakukan Gepeng untuk mencari pundi-pundi rupiah dengan meminta belas kasihan. “Gepeng ini banyak modusnya. Ada yang pura-pura cacat, buta, dan ada juga yang bawa kotak amal,” kata Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial dan Anak Usia Lanjut Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu M Aulia Husnurrido, kemarin.

Kemarin (16/10) Satuan Tugas (Satgas) Dinsos Kota Mataram mengamankan salah seorang Gepeng di depan Pom Bensin Sayang-Sayang. Amaq Pasah asal Sesela, Lombok Barat diamankan Satgas Dinsos. Pria 55 tahun itu diangkut ke dalam mobil unuk diserahkan ke kepala desa tempat tinggalnya. “Kita serahkan langsung ke kantor desanya,” ucap Rido, sapaan karibnya.

Diungkapkan, menjamurnya  Gepeng di Kota Mataram karena penghasilannya yang cukup tinggi.  Dari satu titik ke titik lain para Gepeng ini bisa menghasilkan jutaan rupiah dalam waktu beberapa hari. Belum lama ini kata Rido, pihaknya menemukan Gepeng  dengan uang dibawanya Rp 20 juta lebih. Bahkan Gepeng ini juga sudah mentranfer hasil dari mengemis  ke istrinya Rp 10  juta. “Saya liat bukti tranfernya ke bank,” tutur Rido.

Ia pun juga sudah menanyakan kenapa Gepeng ini sampai turun kembali ke Kota Mataram meski sudah dikembalikan ke daerahnya. Dari pengakuannya, kata Rido, kembalinya para Gepeng ini ke Kota Mataram tidak lepas dari uang yang dihasilkan.

Di tempat tinggalnya ia mengemis hanya mendapat maksimal Rp 100 ribu per hari.  Beda dengan di Kota Mataram, uang Rp 100 ribu ia bisa dapatkan dalam waktu beberapa jam. “Banyak Gepeng  juga mengaku punya istri lebih dari satu,” sebutnya.

Biasanya kata Rido, para Gepeng di tempat mereka tinggal tidak ditahu menjadi mengemis. Dari rumah mereka berpakaian rapi, namun setelah sampai di Kota Mataram pakaian yang digunakan diganti. Bahkan ada juga pasangan sumai istri (pasutri) menjadi Gepeng dengan memanfaatkan keterbatasan fisik dimiliki.

“Gepeng yang buta di Perempatan RS Mutiara Sukma pasangan suami istri. Istrinya yang normal  memanfaatkan suaminya yang buta untuk meminta belas kasihan kepada pengendara di lampu merah,” urainya. “Para Gepeng ini ke Kota Matarammenggunakan sepeda motor,” tambahnya.

Meski sudah ditangkap dan diantar ke tempat tinggalnya, bahkan Dinas Sosial di daerahnya masing-masing. Para Gepeng kembali turun ke jalan. Karena menurutnya, dengan meminta belas kasihan orang yang melintas menjadi pekerjaan buat mereka. “Makanya kalau saya sarankan nemu orang seperti ini tidak usah dikasih,” pintanya.

Biasanya lanjut dia, Gepeng ini akan merasa takut apabila diserahkan ke pihak kepolisian. Penanganan dilakukan pihak keposian kadang membuat mereka jera. “Kadang kalau nangkap  Gepeng saya serahkan ke Polsek Mataram,” sebutnya.

Kini, para Gepeng sudah masuk ke rumah-rumah  warga dengan alasan meminta sumbangan masjid atau pun yayasan yang entah dibangun dimana. “Ini informasi yang sekarang banyak dari  masyarakat,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, sejauh ini mobil operasional Satgas Dinsos Kota Mataram kurang representatif. Karena menurutnya,  mobil operasional untuk Satgas Dinsos dibutuhkan yang ada bak terbuka dibelakang seperti yang dimiliki Satpol PP Kota Mataram. “Selama ini kita pakai mobil kijang yang tertutup,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinsos Kota Mataram Hj Baiq Asnayati menambahkan,  tak hanya Gepeng yang kerap ditangkap Satgas Dinsos Kota Mataram. Namun juga anak jalanan (anjal) yang mengganggu ketertiban di tempat keramaian. “Biasanya anjal ini berasal dari keluarga yang broken home. Bapak dan ibunya kawin lagi,” tutupnya. (jay/r3)

Berita Lainnya

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post

Ini Langkah Pemprov Cegah Kebakaran di Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Waspadai Cuaca Ektrem saat Peralihan Musim

Redaksi Lombok Post

BPBD Mulai Antisipasi Musim Hujan

Redaksi Lombok Post

Jangan Lupakan Perjuangan Pahlawan!

Redaksi Lombok Post

Pendaftar CPNS Diminta Teliti Meng-upload Data

Redaksi Lombok Post