Lombok Post
Headline Kriminal

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

CURAT: Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam (kiri) dan Kapolsek Lingsar IPTU Gde Sukarta memeperlihatkan barang bukti saat memberikan keterangan pers di Mapolres Mataram, kemarin (18/10).

MATARAM-Tiga kasus pencurian ditangani Polsek Lingsar dalam sepekan. Pelakunya, sejumlah pemuda yang kecanduan minuman keras (Miras).

Mereka tak memiliki uang untuk memenuhi hasratnya menikmati miras. Sehingga, nekat mencuri.

Kasus pertama, dua pemuda berinisial DI dan PA nekat mencuri burung. Yang dicurinya bukan burung biasa. ”Burung itu kerap menang kontes lomba sehingga harganya cukup mahal,” kata Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam saat jumpa pers didampingi Kapolres Lingsar IPTU Gde Sukarta, kemarin (18/10).

Harga burung tersebut pernah ditawar Rp 4 juta. ”Lalu dia mencuri kesempatan. Ketika rumah korban sepi, mereka langsung beraksi,” ujarnya.

Mereka sudah tiga kali mencuri burung. Mereka menjual dengan harga bervariasi. “Dari Rp 500 hingga Rp 700 ribu,” ujarnya.

Uang tersebut dibagi rata setelah mereka minum-minuman keras. Karena mereka teman sejawat yang kerap mencuri burung warga.

Tersangka DI mengatakan, dia menjual burung kepada tetangganya. Dia menjualnya dengan harga murah. ”Saya jual Rp 200 ribu burung itu,” kata DI.

Tetapi, burung tersebut belum dibayar. Karena, keburu tertangkap polisi. ”Belum dibayar sama pembelinya,” ucapnya.

Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk membeli miras. Selanjutnya, akan diminum bersama. ”Kita berdua sering minum. Karena, tidak ada uang untuk beli, makanya kami curi burung itu,” kata DI.

Selanjutnya, dua pemuda berinisial JU dan ZA. Dua pemuda itu kerap mencuri tabung gas milik warga.

Perjalanan JU dan ZA berakhir di Pondok Pesantren Al Istiqomah. Mereka kepergok para santri saat sedang mengambil tabung gas di dapur. ”Lalu diteriaki maling dan mengundang reaksi warga pondok,” kata Kapolsek Lingsar IPTU Gde Sukarta.

Dia berusaha kabur, tetapi malah dikepung para santri. Karena, takut ada tindakan menghakimi sendiri, tim langsung mengamankan pelaku. ”Kita langsung melakukan proses hukum,” ucapnya.

Dari hasil interogasi, mereka mencuri karena tak memiliki uang untuk pergi mabuk. ”Alasannya, uang itu digunakan untuk membeli minuman tuak (mabuk),” kata dia.

Di lokasi berbeda juga terjadi pencurian. Yakni di SDN 4 Batu Kumbung Lingsar. Pelaku ZA dan TO mencuri mesin pompa air.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pelaku sudah tiga kali melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Lingsar. Mereka mengambil mesin pompa air milik sekolah pada sore hari. “Mereka sengaja mengambil sore, karena saat itu waktu yang sepi di sekolah itu,” ucapnya.

Lalu mesin tersebut dibopong melalui pintu belakang. Selanjutnya, dibawa pulang menggunakan sepeda motor milik TO. ”Mesin hasil petikannya disimpan di rumah ZA. ” jelas Kapolres.

Saat kita lakukan penggeledahan, didalam rumah ZA juga terdapat dua mesin. Diduga mesin tersebut merupakan hasil dari tindak pidana pencurian. “Kita sudah tanyakan ke pelaku. Mereka mengakui mesin tersebut adalah hasil curian dilokasi lain,” ujarnya.

Mereka mengaku, uang hasil penjualan mesin dibagi dua. Mereka juga gunakan untuk membeli tuak (miras tradisional). ”Ya, mereka gunakan uang hasil curiannya untuk mabuk-mabukan,” ungkapnya.

Minum-minuman yang memabukkan juga dapat merusak pola pikir. Buktinya, enam anak muda yang ditangkap Polsek Lingsar tersebut rusak karena miras. “Miras juga bisa merusak pola pikir kita,” pungkasnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Pemerintah Loteng Maunya Minimal 20 Persen Anak Miliki KIA

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Lalu Irwan Janjikan Perbaikan Jembatan dan Tempat Pemakaman Dasan Geres Tahun Depan Melalui Pokir

Redaksi Lombok Post

Gubernur Terima DIPA dan Dana Transfer dari Presiden

Redaksi Lombok Post

Mulai 2020, Calon Pengantin Wajib Ikuti Sertifikasi Pra Nikah

Redaksi Lombok Post

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Redaksi Lombok Post