Lombok Post
Kriminal

Jangan Belagu! Bule Juga Ditilang!

LANGGAR PERATURAN LALU LINTAS: WNA asal Perancis Raphael VDV ditilang saat Operasi Zebra Gatarin 2019 di depan Mapolres Mataram, kemarin (23/10)

MATARAM—Operasi Zebra Gatarin dimulai, kemarin (23/10). Kegiatan berlangsung hingga 5 November mendatang.

Usai gelar pasukan, Polres Mataram langsung tancap gas. Mereka menyelenggarakan operasi Zebra di depan kantornya, tepatnya di Jalan Langko.

Pada giat tersebut, tim gabungan operasi Zebra empat asal Bule Perancis terjaring. Mereka ditilang karena tak menggunakan helm.

Perwakilan bule Perancis Raphael VDV  mengatakan, alasannya tak mengenakan helm karena dicuri saat pergi ke pantai. Sehingga, mereka memutuskan untuk tak menggunaakan helm. ”Saya rencananya ini mau ke Kuta Mandalika,” kata Raphael usai ditilang.

Saat ditanyakan polisi, Raphael hanya mengeluarkan dokumen visa.  Serta, surat peminjaman sepeda motor. ”Dokumen saya lengkap. Tetapi, tidak menggunakan helm,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Mataram AKP Raditya Suharta mengatakan, mereka yang tidak mematuhi lalu lintas tetap ditindak. Walaupun itu warga negara asing (WNA). “Setiap orang mematuhi peraturan lalu lintas,” kata Radit.

Terkait dengan WNA yang tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) masih bisa ditoleransi. Karena, tidak mungkin mereka bisa membuat SIM dalam waktu singkat. ”Kita berikan diskresi,” ujarnya.

Nantinya, mereka bisa membayar tilang secara online. ”Seketika itu bisa langsung membayar,” ucapnya.

Lengkapi Surat-surat Saat Berkendara

Pada operasi Zebra Gatarin, Polda NTB mengerahkan 687 personel. Sasarannya, menindak tegas pelanggar lalu lintas.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pelanggar lalu lintas langsung diberikan sanksi. Karena operasi Zebra lebih mengedepankan fungsi penindakan. ”Pelanggar langsung ditilang,” kata Nana, usai menjalani gelar pasukan di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB, kemarin.

Yang ditindak bukan hanya pengendara roda dua.  Melainkan juga pengendara roda empat.“Semua kendaraan kita tilang,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendarannya. Sehingga, terkena tilang. ”Lengkapi surat-surat saat berkendara,” imbaunya.

Di NTB masih banyak pengemudi yang belum mengantongi SIM. Terutama para remaja. ”Saya imbau kepada orang tua jangan memberikan anaknya mengemudikan kendaraan bagi yang tidak memiliki SIM,” ungkapnya.

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Amin Litarso menjelaskan penindakan fokus pada pelanggaran administrasi. Termasuk juga kelalaian membayar pajak kendaraan. “Karena apabila tidak membayar pajak itu sama saja surat kendaraannya tidak sah,” tegasnya.

Armin menyebut yang menjadi target operasi antara lain pengemudi tanpa SIM atau SIM-nya tidak sesuai, pengendara di bawah umur, pelanggar rambu dan marka jalan, serta pengemudi melebihi batas muatan dan kecepatan. “Utamanya itu razia statis di titik yang memang rawan pelanggaran. Apabila diperlukan, razianya dengan hunting artinya petugas yang mobile patroli di jalan,” kata Armin.

Dia menerangkan, jumlah kasus kecelakaan meningkat. Pada 2017  terjadi 15 kasus dengan korban meninggal dunia empat orang.  Pada 2018 terjadi 17 kasus dengan 10 korban meninggal dunia.

Sementara jumlah pelanggaran menurun. Dari 16.025 kasus menjadi 12.181 kasus. “Mudahan dengan operasi ini, pelanggar lalu lintas semakin menurun. Peristiwa kecelakaan bisa dihindari dan ditekan,” harapnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Sekda KLU Diklarifikasi Polda NTB Terkait Anggaran Sewa Rumah Kepala Daerah

Redaksi Lombok Post

Karang Bagu Digerebek, Pembeli Ditangkap, Penjual Sabu Lolos

Redaksi Lombok Post

Sengketa Lahan di KEK Mandalika, ITDC Kalah Ditingkat Banding

Redaksi Lombok Post

Ratusan Motor Bodong Terjaring Operasi Zebra

Redaksi Lombok Post

Jaksa Tunggu SKK Pemprov NTB Terkait Penyelesaian Pengelolaan Lahan di Gili Trawangan

Redaksi Lombok Post

Para Pembunuh Bayi Tak Tersentuh

Redaksi Lombok Post

Vonis Liliana Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Redaksi Lombok Post

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post