Lombok Post
Headline Metropolis

Guru Sertifikasi Otomatis Lolos SKB

KERJAKAN SOAL: Para peserta CPNS saat mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) di Gedung Imperial Mataram, belum lama ini.

SEMENTARA itu, kapan pembukaan resmi pendaftaran CPNS untuk NTB, hingga tadi malam, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB belum menerima petunjuk resmi dari pemerintah pusat. Tapi calon pelamar CPNS bisa siapkan diri mulai sekarang. Persyaratan tahun lalu dengan tahun ini tidak jauh beda.

Kepala BKD NTB H Fathurrahman menjelaskan, meski ada statemen Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo bahwa pendaftaran CPNS dibuka 11 Novemver, pihaknya belum bisa menjadikan hal tersebut pegangan.

”Mudahan secepatnya bisa kita bisa umumkan,” kata Fathurrahman, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (28/10).

Panitia di daerah akan bekerja bila sudah ada peraturan menteri berupa Permenpan-RB. Aturan itu akan mengatur petunjuk teknis pelaksanaan rekrutmen, termasuk syarat-syarat pendaftaran CPNS.

”Jadi kami masih memunggu. Mudahan sesuai pernyataan menteri,” kata mantan Karo Kesra NTB itu.

Meski belum ada petunjuk teknis, dia meminta kepada calon pelamar mempedomani syarat dan ketentuan lamaran tahun lalu. Dia yakin tidak akan jauh beda dengan kondisi tahun ini. ”Tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan,” tambahnya.

Hanya saja, beberapa persyaratan kompetensi perlu diperhatikan. Seperti surat tanda registrasi (STR) untuk tenaga medis dan sertifikasi untuk tenaga pendidik.

Bagi guru yang sudah sertifikasi mereka tidak perlu ikut seleksi kompetensi bidang (SKB), sebab sertifikasi itu akan digunakan sebagai bahan penilaian.

”Ketika dia tidak punya sertifikasi pendidik, tentu dia harus ikuti SKB,” jelasnya.

Dari sisi persiapan, pemda sudah tidak ada kendala. BKD seluruh kabupaten/kota sudah berkumpul dan menyapakati lokasi tes CPNS. Mereka menyepakati 10 lokasi ujian CPNS, masing-masing pemda akan menggelar rekrutment secara mandiri. Kecuali Pemda KLU yang akan gabung dengan Pemprov NTB.

”Standar minimal masing-masing kabupaten/kota menyediakan 110 PC (personal computer) karena tes pakai sistem CAT,” jelasnya.

Ketersediaan perangkat komputer sangat penting untuk kelancaran tes. Dia harap, semua daerah memenuhi standar perangkat yang memadai. Sehingga seleksi berjalan lancar. ”Dua orang tenaga teknis masing-masing daerah sekarang sedang dilatih,” katanya.

Pemerintah pusat juga memberikan ruang kepada daerah untuk melakukan penyesuaian formasi dua hari ke depan. Terutama terkait nomenklatur jabatan dan kualifikasi jabatan setiap formasi. Ketika ada yang tidak sesuai, pemda diberikan kesempatan memberikan masukan.

”Tetapi tidak menambah maupun mengurangi formasi yang sudah diberikan,” ujarnya.

Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra menambahkan, para peserta yang sudah lolos passing gradeatau P1 dalam seleksi CPNS tahun 2018 tetap mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Tapi dia memiliki keistimewaan, kalau dalam seleksi ini dia tidak memenuhi nilai ambang batas, peserta itu tetap dinyatakan lolos ke tahap SKB.

”Nilai yang dipakai tetap nilai tahun lalu,” katanya.

Jika nilainya lebih tinggi dalam SKD tahun ini, maka nilai yang dipakai adalah nilai tahun ini. Sehingga mereka tetap dinyatakan lolos ke tahap SKB. Nilai SKD itu akan berpengaruh pada nilai akumulatif peserta.

Untuk Pemprov NTB saja, jumlah peserta yang lolos passing grade P1 tapi tidak lolos karena kuota formasi hanya 29 orang. BKD sudah memiliki daftar nama-nama mereka. (ili/r6)

Berita Lainnya

Mohan-Mujib Punya Chemistry Kuat

Redaksi Lombok Post

Bukopin Permudah Nasabah Nobar Milea: Suara dari Dilan

Redaksi Lombok Post

Pelaku Kekerasan di NTB Makin Sadis

Redaksi Lombok Post

Bebas Korona, Tiga Warga NTB Dipulangkan dari Natuna

Redaksi Lombok Post

Ngga Usah Jauh-jauh, Sunset di Pesisir Mataram Juga Keren Lho!

Redaksi Lombok Post

Gaji Minim, Lokasi Terpencil, CPNS Dokter di KLU Sepi Peminat

Redaksi Lombok Post

Gelar Simulasi, RSUD Selong Antisipasi Virus Korona

Redaksi Lombok Post

Tangani Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Rp 123 Miliar

Redaksi Lombok Post

Tarian Bugil Terbongkar, Polisi Usut Perizinan Metzo

Redaksi Lombok Post