Lombok Post
Metropolis

Penerima PKH Bertambah 2.000 Orang

Hj Baiq Asnayati

MATARAM-Penerima program keluarga harapan (PKH) di Kota Mataram bertambah. Dari semula sekitar 17.726 kepala keluarga (KK) menjadi 19.726. Penambahan penerima hingga 2.000 KK merupakan usulan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati mengatakan, penambahan penerima PKH berlaku untuk tahun 2020. Sekarang ini, 2.000 orang yang ditambahkan dalam PKH, baru menerima kartunya saja. ”Untuk tahun 2020 nanti uangnya,” kata Asna.

Tambahan penerima PKH, berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dinsos Kota Mataram hanya melakukan verifikasi dan validasi data. Sehingga penerima yang terdaftar sesuai dengan kriteria.

Saat ini jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) reguler PKH tercatat mencapai 17.726 KK. Sejauh ini realisasi serapan bantuan PKH cukup tinggi. Asna menyebut setiap proses pencairan PKH pelaksanaannya dibantu pendamping.

Pendamping PKH akan terus memantau perkembangan penerima. Melihat apakah terjadi perubahan status ekonomi masyarakat. Hingga melakukan evaluasi sesuai dengan indikator yang ditentukan. “Kita sudah ingatkan juga untuk kerja sesuai dengan ketentuan,” ucap dia.

Apabila penerima PKH sekarang ini masuk dalam kategori mampu, tim akan melakukan evaluasi. Menjadi bahan pertimbangan untuk mengganti dengan KPM lain. Apalagi ada sekitar 43 ribu warga miskin di Mataram, namun baru terakomodasi sebanyak 17.000.

”Supaya berkeadilan. Kalau yang memang sudah mampu, kita keluarkan. Ganti dengan yang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, dana PKH nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing KPM. Dengan periode waktu per tiga bulan. Jumlah bantuan yang diberikan juga berbeda. Kata Asna, untuk ibu reguler bantuan yang diterima sebesar Rp 550 ribu. Diberikan hanya satu kali transfer.

Sementara untuk ibu hamil, akan mendapat bantuan Rp 2,4 juta selama setahun. Adapun ibu dengan anak yang masih bersekolah di pendidikan usia dini, bisa menerima Rp 900 ribu. Ibu dengan anak di SD dan SMP mendapat Rp 1,5 juta, serta SMA Rp 2 juta. ”Semuanya ditransfer per triwulan,” tandas Asna. (dit/r3)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pelaksanaan Sertifikasi Pra Nikah di Daerah Akan Sangat Sulit

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post