Lombok Post
Headline Metropolis

Usia Pelamar CPNS Bisa 40 Tahun, Batas Waktu Pendaftaran 24 November

H Faturrahman

MATARAM-Syarat usia CPNS tahun ini dipermudah. Mereka yang berusia di atas 35 tahun masih bisa ikut seleksi CPNS. Usia maksimal pelamar bisa sampai 40 tahun. Tapi tidak berlaku bagi semua formasi. Hanya beberapa formasi jabatan saja yang dapat kelonggaran.

Formasi itu antara lain, dokter dan dokter gigi dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. Kemudian dokter pendidik klinis. Juga formasi jabatan dosen, peneliti, serta perekayasa dengan kualifikasi pendidikan S-3 atau doktor.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2019.

”Dengan perubahan ini kami harap formasi dokter spesialis terisi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Fathurahman, kemarin (31/10).

Tahun lalu, formasi dokter spesialis tidak terisi karena syarat usia maksimal 35 tahun. Para dokter yang telah lama mengabdi usianya rata-rata di atas 35 tahun. Sehingga banyak yang tidak bisa melamar. Dengan batas usia 40 tahun, dia yakin para dokter punya kesempatan ikut seleksi.

”Ini yang kami usulkan tahun lalu, baru sekarang terealisasi,” ujar mantan Karo Kesera NTB tersebut.

Fathurahman menambahkan, bagi pelamar tenaga kesehatan wajib melampirkan surat tanda registrasi (STR) yang masih berlaku saat pendaftaran. ”Nanti dibuktikan dengan tanggal masa berlaku yang tertulis pada STR,” terangnya.

Tidak hanya kelonggaran batas usia, pelamar yang pernah lolos passing grade P1/TL juga punya keistimewaan. Mereka yang pernah lolos sampai P1, namun tidak lulus karena perangkingan atau kuota terbatas akan dipermudah.

Mereka tetap ikut proses seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Namun bila SKD tahun ini lebih rendah, panitia akan menggunakan nilai SKD tahun lalu. Itu artinya mereka sudah memegang tiket untuk maju ke SKB.

 Harus Teliti

Meski begitu, Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra mengingatkan, kondisi itu berlaku bila peserta P1/TL mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS tahun 2019 menggunakan kualifikasi pendidikan yang sama saat melamar CPNS 2018. Mereka juga diberikan peluang menggunakan nilai terbaik antara nilai SKD 2018 dan nilai SKD 2019.

”Sebagai dasar untuk dapat mengikuti tahap SKB selanjutnya,” katanya.

Data peserta P1/TL tersebut sudah masuk dalam basis data hasil SKD tahun 2018 yang disimpan dalam SSCASN BKN. Sehingga tidak bisa sembarangan orang yang mengaku peserta P1/TL.

Yus menambahkan, dalam proses pendaftaran, peserta P1/TL akan diatur secara khusus. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran tahun lalu. Kemudian mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.  Instansi tersebut melakukan seleksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

”Apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan,” katanya.

Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL, mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD thun 2018, status masuk tiga besar pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir seleksi CPNS 2018.

Nilai SKD tahun 2018 sah digunakan pelamar apabila nilai SKD 2018 memenuhi nilai ambang batas SKD 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya. Kemudian kualifikasi pendidikan harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang digunakan saat melamar tahun 2018.

”Pelamar dari P1/TL harus memilih mengikuti atau tidak SKD tahun 2019 pada sistem SSCASN,” terangnya.

Bagi yang memilih ikut SKD, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD tahun 2018.

Nilai SKD peserta P1/TL akan diperingkat dengan nilai SKD peserta lainnya yang memenuhi nilai ambang batas. Pemeringkatan itu untuk menentukan tiga orang peserta terbaik yang dapat mengikuti SKB.

Sementara itu, dari Jakarta, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan bahwa masing-masing instansi saat ini melakukan input lowongan di sistem SSCN. Dia berharap pada 11 November nanti seluruh lowongan sudah terinput ke dalam sistem SSCN atau SSCASN. Sehingga proses pendaftaran CPNS baru 2019 bisa dilaksanakan tepat waktu pada 11 November.

Bima menuturkan proses pendaftaran CPNS berlangsung selama 14 hari. Jadi dimulai sejak 11 November sampai 24 November. Kemudian pengumuman lulus seleksi administrasi keluarkan pada 16 Desember. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) pada awal Februari.

’’Apabila ada instansi yang sudah siap, pertengahan Januari sudah bisa SKD,’’ jelasnya. Setelah itu pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) digelar pada April. Bima berharap seluruh rangkaian seleksi CPNS 2019 selesai pada April 2020. Pertimbangannya adalah pemerintah mengantisipasi jika tahun depan dibuka seleksi CPNS 2020. Jadi Bima mengatakan tidak menutuk kemungkinan tahun depan ada dua kali tes CPNS. Yakni tes untuk rekrutmen CPNS 2019 dan 2020. (ili/JPG/r6)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Pemerintah Loteng Maunya Minimal 20 Persen Anak Miliki KIA

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pelaksanaan Sertifikasi Pra Nikah di Daerah Akan Sangat Sulit

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Lalu Irwan Janjikan Perbaikan Jembatan dan Tempat Pemakaman Dasan Geres Tahun Depan Melalui Pokir

Redaksi Lombok Post

Gubernur Terima DIPA dan Dana Transfer dari Presiden

Redaksi Lombok Post

Mulai 2020, Calon Pengantin Wajib Ikuti Sertifikasi Pra Nikah

Redaksi Lombok Post