Lombok Post
Metropolis

Dilarang Parkir di Jalan Pejanggik

TERTIB LALU LINTAS: Dinas Perhubungan Kota Mataram mulai menata Jalan Pejanggik dengan memasang rambu larangan jalan, guna mengurai kemacetan di jalur tersebut.

MATARAM-Jalan Pejanggik menjadi kawasan tertib lalu lintas. Sudah tidak boleh ada lagi kendaraan yang parkir di badan jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) memberi toleransi hingga Jumat pekan ini.

Kadishub Kota Mataram M Saleh mengatakan, rambu larangan parkir sudah dipasang jajarannya. Mulai dari simpang empat BI hingga simpang empat Kantor Gubernur NTB. Itu artinya tidak boleh ada lagi kendaraan yang parkir di sisi jalan.

”Sudah tidak boleh lagi. Kalau ada, ya kita tindak. Digembok,” kata Saleh, kemarin (4/11).

Meski sudah ada rambu, Dishub belum melakukan penindakan. Selama satu pekan, petugas masih upaya sosialisasi. Melakukan upaya preventif. Memberitahu pengendara untuk tidak parkir di badan jalan.

Waktu sosialisasi akan berakhir pada Jumat (8/11), pekan ini. Setelah itu tidak ada lagi toleransi. Setiap mobil yang ditemukan petugas melakukan pelanggaran, akan langsung digembok.

”Seminggu ini kita pembinaan, dari Jumat pekan kemarin. Setelah selesai pembinaan, ada yang melanggar, ya gembok,” tegasnya.

Saleh sadar di Jalan Pejanggik merupakan areal perkantoran. Juga berdiri tiga SMP Negeri. Di sana terdapat Kantor BKPSDM Kota Mataram, Bank BRI, Bank NTB Syariah, Hotel Santika, KFC, hingga Kantor Wali Kota Mataram.

Banyak dari masyarakat yang bertujuan ke tempat-tempat tersebut, memarkirkan kendaraan mereka di badan jalan. Setelah pemasangan rambu, tindakan tersebut sudah tidak diperbolehkan lagi.

”Masih ada jalan-jalan penghubung di sekitar Jalan Pejanggik. Bisa memarkirkan kendaraan di sana,” ucap Saleh.

Sementara untuk sekolah, Dishub Kota Mataram mulai mengoperasionalkan bus sekolah. Ada dua unit yang wira-wiri menjemput dan mengantar pelajar. Dari rumah mereka ke SMPN 15; SMPN 1; dan SMPN 2 Mataram.

Untuk sekarang ini, kata Saleh, wilayah penjemputan hanya ada di satu titik. Yakni di BTN Kekalik. Akibat keterbatasan armada bus sekolah yang dimiliki Dishub. ”Nanti akan kita upayakan untuk menambah lagi,” sebutnya.

Bagi orang tua yang menjemput, sudah tidak lagi diperbolehkan memarkir kendaraan mereka di depan sekolah. Seluruh kendaraan harus menunggu di jalan penghubung. Dishub juga menyediakan titik penjemputan di Islamic Center.

Kebijakan ini rupanya memindahkan kemacetan. Dari Jalan Pejanggik ke Jalan Puring, Jalan Bugenvil, dan Jalan Melati, yang terletak di sebelah SMPN 1 dan SMPN 2 Mataram.

Saleh sadar akan hal itu. Masih ada kekurangan terkait kebijakan larangan parkir di Jalan Pejanggik. ”Kita memang kekurangan petugas untuk mengarahkan mobil yang keluar masuk. Solusinya nanti ya menambah petugas. Kita upayakan secepatnya,” tandas Saleh. (dit/r3)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pelaksanaan Sertifikasi Pra Nikah di Daerah Akan Sangat Sulit

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post