Lombok Post
Metropolis

Layanan Spesial untuk Anak Disabilitas

TEROBOSAN BARU: Seorang remaja putri disabilitas tengah serius membaca sebuah buku di atas kursi roda di ruang perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Anak disabilitas di Kota Mataram harus pintar. Mereka tak boleh menyerah. Karena potensi mereka tak kalah dengan anak-anak yang terlahir sempurna secara fisik.

Karena itulah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram membuat sebuah inovasi. Mereka  memberikan pelayanan antar jemput kepada kaum disabilitas. Layanan itu didukung dengan ruang baca yang nyaman, koleksi buku dan alat peraga yang juga lengkap.

“Agar pelayanan perpustakaan ini merata dinikmati kalangan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram Hj Siti Miftahayatun, kemarin.

Di tingkat kelurahan, kata dia, telah menghadirkan pojok baca bagi masyarakat. Meski belum semua kelurahan di Kota Mataram memiliki pojok baca lantaran terbentur anggaran. Diharapkan tahun 2020, di mana ada anggaran bagi kelurahan dapat menyisihkan sebagian anggaran untuk pojok baca bagi masyarakat.

“Kehadiran perpus di kelurahan juga berbasis inklusi sosial,” kata Miftah.

Artinya, kedatangan masyarakat ke perpustakaan kelurahan tidak hanya sekadar membaca. Namun, dijadikan sebagai pusat kegiatan. Mulai dari pelatihan PKK, kepemudaan, pembelajaraan bagi anak-anak PAUD, hingga posyandu. Ini sudah diterapkan Kelurahan Pagesangan Timur.

“Kedepannya di tahun 2020, semua kelurahan sudah memiliki perpustakaan khusus termasuk pengelola khusus,” tegasnya.

Meningkatkan minat baca, sambung Miftah, perlu didorong dari tingkat bawah. Di tingkat kelurahan, untuk penambahan koleksi buku tidak cukup dari anggaran pemerintah. Namun, sumbangan buku-buku dari masyarakat sebagai syarat sejumlah perijinan dikelurahan.

“Misal yang mau nikah, salah satu syarat mengurus perijinan adalah menyumbang minimal satu buah buku,” papar wanita yang murah senyum ini.

Menurutnya, untuk meningkatkan minat baca bagi anak-anak hingga masyarakat dinas senantiasa melakukan terobosan-terobosan. Tak terkecuali merenovasi ruang perpustakaan bagi anak-anak. Agar lebih nyaman dan betah.

“Dengan anggaran yang ada, kita terus berupaya berikan pelayanan maksinal,” terangnya.

Penguatan budaya literasi juga terus digencarkan dengan menerapkan program pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Diyakini dapat mengubah masyarakat menjadi lebih sejahtera.

“Pelayanan ini sekarang tidak hanya diberikan di dinas saja. Ada sejumlah lokasi telah disebar,” tuturnya.

Adapun lokasinya, seperti taman baca di Sangkareang, Udayana, dan Pantai Ampenan. Dinas juga berikan pelayanan dengan mengoperasikan mobil perpustakaan keliling. Bertujuan merangkul siswa-siswi yang lokasi sekolahnya jauh dengan kantor dinas. Selain itu, perlombaan perpustakaan pun sering digelar dinas, baik tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP sederajat.

“Ini kegiatan tambahan kami,” ujarnya.

Pelayanan diperpustakaan, diakui tidak cukup hanya menunggu inisiatif masyarakat hadir ke perpustakaan. Guna meningkatkan kehadiran mereka, dinas telah bekerja sama dengan pihak-pihak sekolah  untuk menjadwalkan kunjungan khusus ke perpustakaan. (ewi/r3)

Berita Lainnya

PLN Harus Beri Kompensasi Akibat Seringnya Pemadaman

Redaksi Lombok Post

Byarpet Bikin Mumet

Redaksi Lombok Post

Pelaksanaan Sertifikasi Pra Nikah di Daerah Akan Sangat Sulit

Redaksi Lombok Post

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

Redaksi Lombok Post

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

Redaksi Lombok Post

Petugas Kejari Mataram Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Dispar Lobar

Redaksi Lombok Post

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Redaksi Lombok Post

Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

Redaksi Lombok Post

Sumbang PNBP Terbesar Kedua Bidang Kepatuhan, Amman Mineral Raih Penghargaan Dirjen Minerba

Redaksi Lombok Post