Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Agus Suhaili Sulap Rempah-Rempah Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

PAMERKAN PRODUK: Agus Suhaili memamerkan produk berbahan rempah-rempah yang diolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Siapa yang menyangka jika rempah-rempah dapat diubah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi. Buktinya, di tangan Agus Suhaili rempah-rempah berhasil diolah menjadi hiasan dekorasi rumah hingga pengharum ruangan.

“Saya tertarik membuat produk ini setelah melihat-lihat di internet. Selain itu saya juga mendapatkan ide saat berkunjung ke Jogjakarta beberapa waktu lalu,” tutur Agus.

Sejak tiga bulan terakhir, Agus sapaan akrabnya, mulai membuat kerajinan seperti gantungan pengharum ruangan hingga hiasan dekorasi. Menurutnya pengharum ruangan terbuat dari rempah-rempah bermanfaat untuk menetralisir bau ruangan atau mobil.

“Pengharum ruangan yang kecil ini bisa dipakai di mobil. Pemakaiannya cukup simpel. Cukup digantung saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, isi pengharum ruangan tersbut, terbuat dari rempah-rempah seperti kopi, akar wangi, hingga cengkeh. Pengharum miliknya bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya. Khusus untuk aroma kopi, ia menggunakan biji kopi yang sudah disangrai terlebih dahulu. Ini dilakukannya agar aroma khas kopinya keluar.

Untuk diketahui, aroma kopi bermanfaat untuk memberikan suasana rileks. Serta mampu menetralisir aroma ruangan atau kendaraan yang apek.

“Sebenarnya aromanya bisa bertahan selamanya, tetapi bisa diisi ulang jika merasa aromanya kurang tajam,” tuturnya.

Dalam satu hari ia berhasil membuat sekitar 10 hingga 20 gantungan pengharum ruangan. Sementara itu, untuk hiasan dekorasi yang cukup besar, ia membutuhkan waktu hingga 3 minggu.

“Bentuknya unik dan menarik, itu daya tariknya. Selain itu aromanya juga bertahan lama, itulah yang membedakan buatan kami dengan buatan pabrik,” katanya.

Untuk harga jual, pengharum ruangan ini dibanderol cukup murah. Yakni mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk hiasan dekorasi dari kayu sentigi. Sedangkan untuk pemasarannya, Agus hanya memanfaatkan penjualan online saja.

“Saya banyak memasarkannya lewat online sekaligus juga menjadi binaan dari Lombok Food,” terangnya.

Khusus untuk pangsa pasar, produknya sudah mulai banyak diminati masyarakat. Khususnya, wisatawan mancanegara yang tertarik dengan desain produknya. Tak hanya turis asing, wisatawan domestik juga tertarik dengan produk miliknya.

“Kami berencana  membidik pangsa pasar hotel-hotel. Tak hanya itu, kami juga ingin memiliki galeri, agar memudahkan pembeli untuk berkunjung,” tandasnya. (tea/r4)

Berita Lainnya

Xpander Crossover Siap Meluncur

Redaksi Lombok Post

BPC Gandeng Lulusan Pariwisata Bergabung ke Kapal Pesiar

Redaksi Lombok Post

BPS NTB Mencatat Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Anjlok 45 Persen

Redaksi Lombok Post

Usulan Kenaikan UMP NTB 2020 Sudah di Atas Meja Sekda

Redaksi Lombok Post

Tingkatkan SV, BNI Ajak Merchant Nobar

Redaksi Lombok post

Bisnis Wedding Organizer Kian Populer

Redaksi Lombok Post

PT Pegadaian Komitmen Ubah Sampah Jadi Berkah Emas

Redaksi Lombok Post

Grand Opening Lotte Grosir Langsung Diserbu Warga

Redaksi Lombok Post

Stok Daging Beku Kosong

Redaksi Lombok Post