Lombok Post
Politika

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Raden Nuna Abriadi

TANJUNG – Wakil Ketua Kehormatan DPD PDIP NTB asal KLU, Raden Nuna Abriadi mengisyaratkan bakal maju sebagai calon bupati (cabup) Lombok Utara pada Pilkada 2020 mendatang. Kepastian dirinya tersebut setelah mendengarkan kabar bahwa anggota DPRD itu tidak perlu mundur jika hendak maju sebagai bakal cabup, cukup mengambil cuti saja. Bahkan ia memberikan isyarat koalisi dengan petahana H Najmul Akhyar.

“Keputusan saya maju atau tidak sangat ditentukan oleh keputusan perubahan atau revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Persyaratan Calon Kepala Daerah,” ujarnya anggota DPRD Provinsi NTB tiga periode ini, Rabu (6/11).

Kabar revisi peraturan yang bakal diketok palu oleh anggota DPR RI pada pekan ini tentu menjadi angin segar bagi dirinya. Sebab, selama ini keinginan tidak maju diikat atas keputusan tersebut. Jika demikian terjadi maka Nuna sangat mendukung keputusan tersebut mencabut kembali hal persyaratan yang mematikan para politisi.

“Aturan sebelumnya itu membunuh calon-calon pemimpin partai politik yang menjadi kader politik bangsa dan daerah,” sambungnya.

Menurutnya, aturan yang diterapkan itu memunculkan calon tunggal di setiap kabupaten/kota. Sehingga hal itu melahirkan para pemimpin yang tidak terjamin kualitas pengkaderannya. Pilkada 2020 mendatang, termasuk Lombok Utara hanya muncul tiga orang yaitu Najmul Akhyar, Djohan Syamsu, Sarifudin. Ketiga orang ini tidak terikat dengan aturan tersebut.

Sementara para politisi yang mengkader diri mulai dari menjadi anggota dewan justru hanya menjadi penonton. Sebab jika mereka memutuskan maju harus rela melepaskan kursi legislative yang direbut dengan susah payah.

“Saya menunggu revisi itu,” tegasnya.

Jika hal itu terjadi, sambung Nuna, maka seluruh kader PDIP akan mengusulkan penjaringan ulang ke DPP. Perihal arah dukungan koalisi, dirinya mengisyaratkan arah dukungan PDIP pada petahana, H Najmul Akhyar.

“Dan memang sampai saat ini PDIP tetap mendukung pemerintah kabupaten yang sekarang ini yaitu Bupati( Najmul, red),” pungkasnya

Terpisah, Wakil Bupati Lombok Utara, H Sarifudin mendukung perihal revisi peraturan perundang-undangan tersebut. Sebab peraturan itu sudah dialami oleh dirinya dimana pada Pilkada 2015 harus mundur sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, namun beruntung terpilih sehingga tidak menjadi beban pikirannya.

“Itu semakin bagus, nuansa demokrasi bisa berhak maju sebagai orang ikut berpikir,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagai politisi tentu berhak memilih dan pilih. Hal ini tentu membuka peluang bagi anggota dewan untuk bertarung dalam perhelatan tersebut. Saat ini, dirinya tinggal menunggu apakah ada kemungkinan sama bagi ASN yang ingin maju.

“ASN belum tahu apakah harus mundur atau cuti,” tandasnya. (fer/r2)

Berita Lainnya

HM Taufik Tawarkan Kenyamanan untuk Mohan

Redaksi Lombok Post

NURMAS Jadian Selepas Isya

Lalu Muhammad Zaenudin

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post