Lombok Post
Headline NTB

Usai Kebakaran, Pendakian Rinjani Kembali Dibuka tapi Ancaman Masih Ada

SUDAH LUDES: Petugas pemadam kebakaran berjalan di antara hutan Gunung Rinjani yang hangus terbakar, kemarin (22/10).

MATARAM-Setelah ditutup akibat kebakaran, pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka kemarin (6/11). Hanya saja, pendakian baru bisa sampai pelawangan. Pendaki tidak bisa sampai puncak karena kondisi masih berbahaya.

Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menjelaskan, semua jalur pendakian dibuka sampai pelawangan. Mereka belum bisa membuka sampai puncak karena belum memungkinkan. Seperti biasa, para pendaki bisa membeli tiket secara daring.

Untuk meningkatkan pelayanan pendakian, Balai TNGR akan menambah papan informasi, papan larangan, papan imbauan, rambu-rambu serta jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul bila terjadi bencana.

Setelah dibuka, pendakian harus dipastikan aman dan nyaman. Karena itu, pelaku wisata diminta memberikan pelayanan kepada pengunjung sesuai SOP pendakian. Oknum yang melakukan pendakian secara illegal akan didata. Dia akan dibina dan evaluasi sesuai aturan berlaku.

”Semua stakeholders harus memastikan informasi terbaru tentang Rinjani disampaikan melalui jaringan yang ada,” imbuhnya.

Ancaman Longsor

Meski sudah dibuka, namun pendaki harus tetap waspada. Mereka harus menaati SOP pendakian yang diberikan petugas. Jangan sampai ada yang nekat melanggar. Apalagi sampai puncak, risikonya sangat besar.

Hasil survei tim di jalur pendakian Senaru, Sembalun, Puncak, Danau Segara Anak dan Torean menunjukkan jalur pendakian belum sepenuhnya aman.

Dalam survei yang dilakukan 9–13 September di jalur Pelawangan Sembalun, beberapa lokasi memang sudah aman tapi beberapa titik masih berbahaya. Dari Pelawangan Sembalun ke Puncak Rinjani terdapat tiga titik longsor dan 40 persen puncak Rinjani mengalami longsor.

Kemudian di jalur Pelawangan Sembalun ke danau terdapat longsor sepanjang 20 meter, longsoran berupa batu aktif. Toilet di Danau Segara Anak dalam kondisi rusak.

Untuk mata air, terdapat mata air dengan debit 1,5 liter per menit. ”Aik Kalak kondisi aman,”  jelasnya.

Sementara di jalur Danau Segara Anak ke Torean juga terdapat jalur yang mengalami longsor. Tanahnya dalam keadaan labil. Kemudian tangga kayu di jalur itu sudah lapuk. Tim hanya memastikan Goa Susu di kawasan itu dalam kondisi aman.

Sedangkan survei pascakebakaran menunjukkan, di Jalur Pendakian Senaru tidak ditemukan lagi titik api. Senaru bersih dari dahan atau batang pohon yang membahayakan pendaki. ”Kondisi jalur Senaru relatif aman untuk aktivitas pendakian,” katanya.

Sedangkan jalur pendakian Sembalun ke Puncak Rinjani, tim memastikan tidak ada kebakaran lagi, hanya bekas-bekas kebakaran pada padang savana.

Kusnadi, perwakilan Dinas ESDM NTB yang juga Ketua IAGI NTB itu mengingatkan, kawasan TNGR memiliki tiga potensi bencana geologi, yaitu letusan Gunung Api Barujari, gempa bumi dan tanah longsor. ”Potensi itu perlu diwaspadai,” katanya.

Untuk mengoptimalkan jalur pendakian, perlu dilakukan perbaikan dan rekonstruksi jalur pendakian TN Gunung Rinjani. Hal itu penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pendaki.

Juga perlu dilakukan pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan survei sumber air. Itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air pendakian dan antisipasi kebakaran hutan.

Terkait itu, Dedy  menambahkan, Balai TNGR akan melakukankoordinasi dengan Pemprov NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Mereka akan berkoordinasi untuk perencanaan perbaikan dan rekonstruksi jalur pendakian.

Pemasangan display informasi cuaca akan dilakukan BMKG dan Balai TNGR di pintu masuk jalur pendakian. Koordinasi dengan petugas TNGR di lapangan akan ditingkatkan. ”Kegiatan pemulihan ekosistem juga dilakukan sesuai dengan kondisi habitat setempat,” tandasnya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Jelang MotoGP, HBK Cek Kesiapan Internet di Loteng

Redaksi Lombok Post

Tenang, Mahasiswa NTB di China Aman

Redaksi Lombok Post

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post