Lombok Post
Ekonomi Bisnis

BPS NTB Mencatat Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Anjlok 45 Persen

PILIH-PILIH: Sejumlah calon pembeli mencari beberapa barang di salah satu toko di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III 2019 anjlok 45,58 persen. Padahal angka nasional pertumbuhannya positif 5,13 persen.

Hal tersebut salah satunya dipicu menurunnya pertumbuhan industri makanan hingga 61,71 persen. ”Triwulan III terjadi musim kemarau ekstrem di Sumbawa, sehingga menyebabkan kurangnya pasokan bahan baku untuk industri makanan,” kata Kepala BPS NTB Suntono.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB H Lalu Heri Prihatin menilai, anjloknya manufaktur NTB karena beberapa faktor. Seperti, daya beli masyarakat yang menurun dan ekonomi yang belum stabil. Hingga akibat kekeringan yang melanda beberapa wilayah di NTB. Itu secara tidak langsung menyebabkan industri manufaktur, terutama industri makanan terdampak. ”Banyak faktor yang menyebabkan manufaktur kita anjlok,” katanya, kemarin (7/11).

Ia menambahkan, industri konstruksi menjadi salah satu industri yang menyebabkan industri lainnya anjlok. Mengingat, pascagempa 2018 lalu, pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) terus dilakukan. ”Kita harus bangkit, salah satunya dengan memperbaiki income masyarakat, ataupun menyiapkan lapangan kerja sebesar-besarnya,” tutur pria berpostur tinggi tersebut. (tea/r9)

Berita Lainnya

Xpander Crossover Siap Meluncur

Redaksi Lombok Post

BPC Gandeng Lulusan Pariwisata Bergabung ke Kapal Pesiar

Redaksi Lombok Post

Usulan Kenaikan UMP NTB 2020 Sudah di Atas Meja Sekda

Redaksi Lombok Post

Tingkatkan SV, BNI Ajak Merchant Nobar

Redaksi Lombok post

Agus Suhaili Sulap Rempah-Rempah Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Redaksi Lombok Post

Bisnis Wedding Organizer Kian Populer

Redaksi Lombok Post

PT Pegadaian Komitmen Ubah Sampah Jadi Berkah Emas

Redaksi Lombok Post

Grand Opening Lotte Grosir Langsung Diserbu Warga

Redaksi Lombok Post

Stok Daging Beku Kosong

Redaksi Lombok Post