Lombok Post
NTB

Kawasan Samota Butuh Infrastruktur Pendukung

Wedha Magma Ardhi

MATARAM-Potensi nilai keekonomian di kawasan Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora) diprediksi mencapai Rp 20 triliun. Saat ini nilai transaksi yang telah dihasilkan di sana mencapai Rp 10,252 triliun. “Tapi itu tentu jangan bahan mentah yang ke luar dari sana,” kata Kepala Bappeda NTB Wedha Magma Ardhi.

Ide membentuk Badan Otorita Pariwisata (BOP) di Samota memang akan bermanfaat membantu percepatan pengembangan wisata di sana. Samota perlu dibranding lebih kuat lagi, agar lebih dikenal luas dan dapat mendatangkan keuntungan ekonomi dari sisi pariwisata.

“Samota sudah jadi cagar biosfer, sementara Moyo dan Tambora jadi taman nasional,” terangnya.

Identitas pariwisata itu perlu digemakan lebih luas lagi. Dengan harapan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke tiga kawasan di Pulau Sumbawa itu. Pada akhirnya saat kunjungan meningkat, investor pasti semakin banyak tertarik menggarap Samota.

“Bahkan sekarang kita siapkan agar Tambora masuk di UNESCO Global Geopark,” ujarnya.

Semua langkah branding di tingkat nasional dan dunia, sebagai upaya agar tiga kawasan di Samota dikenal luas. Ardhi optimis, Tambora bisa masuk di UNESCO Global Geopark.

“Tambora itu Sleeping Beauty,” kata Ardi sembari tersenyum.

Terkait infrastruktur, jalan lingkar ke Samota baru separo yang telah dikerjakan. Saat ini Kementerian PUPR diharapkan bisa kembali melanjutkan agar akses jalan dari pelabuhan pelabuhan Aibari hingga Calabai bisa terwujud.

“Sudah kita sinkronkan ke Bappenas, agar Kementerian Perhubungan segera menetapkan rencana itu,” bebernya.

Selain keperluan meningkatkan aksebilitas melalui keberadaan jalan, kebutahan krusial Samota yang lain yakni air bersih. Menurutnya, air bersih sangat penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi di Samota.

“Rp 10 triliun itu yang sudah dihasilkan loh, kalau potensi lebih besar lagi (Rp 20 triliun),” katanya optimis.

Terkait kesiapan jalan, hal ini diakui pula oleh Ketua Tim Percepatan Investasi Kawasan Samota H Badrul Munir (BM) baru separo. Namun ia yakin, peningkatan akan berbarengan dengan masuknya lebih banyak investor ke Samota. “Baru 50 persen,” kata BM. (zad/r5)

Berita Lainnya

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika Didukung Penuh DPD RI

Redaksi Lombok Post

Gubernur NTB Wajibkan Aparat Pemerintah Desa Ramah pada Investasi dan Melek Informasi

Redaksi Lombok Post

Usai Kebakaran, Pendakian Rinjani Kembali Dibuka tapi Ancaman Masih Ada

Redaksi Lombok Post

Pertumbuhan Ekonomi NTB Tertinggi Keempat di Indonesia

Redaksi Lombok Post

Sekolah Buin Batu di Tambang Batu Hijau Wakili Indonesia dalam Ajang Kompetisi Pendidikan Tingkat Internasional

Redaksi Lombok post

500 Orang Jadi Karyawan Permanen PT Macmahon

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

BRI Gelar Business Gathering Dengan PJTKI

Redaksi Lombok Post

ACS Group Launching Aruba Instant On di NTB

Redaksi Lombok Post