Lombok Post
Giri Menang

BPKAD Telusuri Aset di Bangko-Bangko

Prof Zainal Asikin

GIRI MENANG-Informasi mengenai aset Pemerintah Daerah Lombok Barat (Lobar) yang diambil alih perusahaan menyeruak. Menyusul unggahan status dari akademisi Universitas Mataram Prof Zainal Asikin di akun facebooknya.

Asikin membeberkan jika lahan Pemda Lobar seluas 90 hektare telah diambil alih oleh salah satu perusahaan. “Kami sudah tau informasi itu (status Prof Zainal Asikin). Hari Minggu kemarin saya sudah mengerahkan tim untuk melakukan penelusuran,” jelas Kepala BPKAD Lobar H Mahyudin ditemui di Kantor DPRD Lobar, kemarin (11/11).

Ia mengaku belum bisa memberikan tanggap terlau banyak mengenai isu aset Pemda yang diambil alih oleh perusahaan. Lantaran, timnya belum memberikan hasil laporan penelusuran di lapangan. Apakah memang betul ada aset  Pemda Lobar di sana atau tidak.

“Kalau ditanya apakah ada aset Pemda Lobar atau tidak di sana, jawabannya nanti antara iya dan tidak. Ini yang belum bisa kami pastikan,” ucapnya.

Sehingga ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebelum ada laporan dari tim yang turun melakukan penelusuran ke Bangko-Bangko, Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong.

Pantauan Lombok Post, dalam status facebooknya, Profesor Zainal Asikin menulis status pemberitahuan kepada bupati, kepala OPD serta anggota DPRD Lobar. Ia memberitahukan jika lahan Pemda Lobar seluas 90 hektare telah diambil alih oleh salah satu perusahaan.

“Kalau bapak-bapak belum tahu, nanti saya kasi tahu datanya, lokasinya dan bagaimana cara mereka mengambilnya. Gratis pak, yang penting Pemda dan Negara jangan dirugikan,” tulis Asikin.

Wartawan Lombok Post yang mencoba mengkonfirmasi Profesor Zainal Asikin lebih lanjut mengenai informasi ini mengaku belum bisa memberikan keterangan. Lantaran jam mengajarnya yang cukup padat membuat dosen Unram ini mengaku kesulitan membagi waktu. Sehingga ia  akan mengatur waktu terebih dulu untuk menemui wartawan Koran ini guna memberikan keterangan.

Sementara Kepala Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong Fajrin Nur yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon mengenai persoalan ini mengaku sepengetahuannya tidak ada aset Pemda Lobar di Bangko-bangko. Ia hanya mengetahui jika lahan tersebut merupakan kawasan Taman Wisata Alam (TWA).

“Kalau aset Pemda Lobar nggak ada. Bangko-bangko ini kawasan TWA. Pemalikan itu kawasan konservasi BKSDA,” terangnya.

Sepengetahuannya, lahan yang ada di Bangko-bangko merupakan aset negara. Namun ia mengetahui jika memang ada empat perusahaan yang beroperasi di wiayah kawasan tersebut. “Cuma aktif atau tidak saya masih belum tahu. Ada PT STK (inisial, Red), PT PBB (inisial, Red), PT BBL (inisial, Red) dan PT KK (inisial, Red),” ucapnya.

Ia mengaku tidak tahu lebih detail mengenai perizinan dan persoalan lainnya mengenai perusahaan ini. Karena tidak ada dokumen mengenai perusahaan ini di desa. “Karena izin-izin ini kan sudah lama. Mungkin karena kaitannya ke pusat, jadi izinnya ke pusat melalui provinsi,” duganya.

Empat perusahaan yang ada di Bangko-bangko ini sepengetahuan Kades bergerak di bidang pariwisata. Memanfaatkan kawasan TWA dan konservasi menyiapkan jasa penginapan yang tidak permanen agar tidak merusak konservasi. “Seperti di Tunak dan Selong Belanak di Lombok Tengah,” jelasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Lingsar-Narmada Ingin Pisah dari Lobar, Nilai Pembangunan Belum Merata

Redaksi Lombok Post

Sebagian Kades di Batulayar-Gunungsari Minta Pisah dari Lombok Barat

Redaksi Lombok Post

Sewa Lahan Eks Pasar Tanak Beak Kemana?

Toni Lombok Post

Pemdes Senggigi Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Bangun Kantor Desa yang Rusak Karena Gempa

Redaksi Lombok Post

Terjerat Narkoba, Kades Tempos Diborgol

Redaksi Lombok Post

Lalu Irwan Janjikan Perbaikan Jembatan dan Tempat Pemakaman Dasan Geres Tahun Depan Melalui Pokir

Redaksi Lombok Post

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Redaksi Lombok Post

Baca Dulu Sebelum Daftar! Pendaftaran CPNS Ditutup 26 November

Redaksi Lombok Post

Promosi Senggigi Harus Libatkan Pelaku Pariwisata

Redaksi Lombok Post