Lombok Post
Selong

Puncak Rinjani Tutup, Pendaki Tetap Nekat!

MENAKJUBKAN: Pemandangan Gunung Rinjani dan Gunung Baru Jari yang berada di sekitar Danau Segara Anak .

MATARAM-Meski jalur pendakian ke puncak Gunung Rinjani dilarang, beberapa pendaki tetap nekat naik sampai puncak. Bahkan ada yang menulis status di media sosial terkait kondisi puncak Rinjani. Seperti akun media sosial tonizaud yang menggambarkan kondisi puncak Rinjani setelah berhasil mendaki.

                Terkait itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady mengimbau para pendaki tidak nekat. Sebab risikonya sagat besar. Para pendaki harus memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai aksi mereka memancing pendaki lain dan terjadi hal yang tidak diinginkan. ”Di puncak itu banyak hal yang tidak terduga, sebaiknya warga tidak mengikuti,” kata Asriady, kemarin (11/11).

Dia menegaskan, semua pendakian ke puncak masih ditutup. Warga dilarang mendaki sampai puncak karena kondisi alam masih berbahaya. Balai TNGR dalam hal ini hanya bisa mengimbau demi keselamatan warga. Pendakian dibuka hanya sampai Pelawangan. ”Warga harus menjadi pendaki cerdas,” katanya.

Meski telah mengeluarkan imbauan, ia mengakui masih ada oknum-oknum yang nekat ke puncak. Kondisi seperti itu masih dijumpai, namun belum dipastikan banyak atau tidak. ”Kelemahan kita Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tidak ada pagar,” katanya.

 Pendaki bisa mengakses puncak dari mana saja. Sehingga mereka hanya bisa mengimbau agar tidak sampai puncak. Dalam hal ini kesadaran pendaki sangat penting. Mereka menutup demi keselamatan banyak orang. Balai TNGR dalam hal ini tidak ingin hanya sekadar mendapatkan untung, tetapi juga keselamatan warga. “Pendakian ini bukan semata pendapatan tetapi keselamatan nomor satu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas LHK NTB H Madani Mukarom menambahkan, kondisi Rinjani setelah kebakaran sudah berangsur normal. Tidak ada lagi kebakaran saat ini. Bahkan ilalang yang terbakar sudah mulai tumbuh. Namun pendakian tetap tidak diperbolehkan sampai puncak. ”Warga harus mentaati itu demi keselamatan bersama,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Diduga Catut Nama PWI, Mantan Ketua BPPD Lotim Terancam Tujuh Tahun Penjara

Redaksi Lombok Post

Desa Bagik Payung Sulap Bekas Lapangan Jadi Taman Tugu

Redaksi Lombok Post

ATM Bank NTB Syariah di Lotim Dibobol Lagi

Redaksi Lombok Post

Pencuri Amatir Belajar Bobol ATM

Redaksi Lombok Post

Jenggik dan Rarang Diguyur Hujan Es, BMKG: Itu Fenomena Alamiah

Redaksi Lombok Post

65 Persen Karyawan di Lotim Masih Bergaji di Bawah UMK

Redaksi Lombok Post

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Selama 2019, Polisi Tangkap 79 Pelaku 3C

Redaksi Lombok Post