Lombok Post
Giri Menang Headline

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

Inilah PLTU Jeranjang yang ada di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Kondisi pemadaman listrik yang terjadi di Pulau Lombok beberapa hari terakhir akibat gangguan mesin pembangkit di PLTU ini.

GIRI MENANG-Kondisi pemadaman bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Mulai dari pengguna listrik di kalangan rumah tangga hingga operasional rumah sakit ikut terganggu.

“Listrik yang mati ini mengganggu sistem kami di rumah sakit. Karena begitu listrik mati, kadang langsung hidup beberapa detik,” ungkap Direktur Utama RSUD Tripat drg. Arbain Ishak.

Akibatnya, peralatan medis yang terhubung langsung dengan jaringan listrik akhirnya terganggu. Arbain menjelaskan, kondisi listrik mati sebenarnya sudah diantisipasi dengan mesin genset yang sudah disiapkan pihak rumah sakit. Begitu listrik mati, mesin genset akan hidup otomatis.

Hanya saja, kondisi listrik yang mati dan hidup dalam waktu beberapa detik akan membuat sistem otomatis antara jaringan listrik dan genset akhirnya tidak sinkron. Akibatnya peralatan medis menjadi sekarat alias cepat rusak.

“Ini yang bisa menyebabkan alat medis bisa rusak. Karena listrik ini mati dalam hitungan tiga empat detik terus hidup lagi,” akunya.

Selain itu, kondisi pemadaman listrik beberapa hari terakhir dirasakan cukup berdampak pada pelayanan. Karena bagaimanapun operasional rumah sakit tidak bisa jauh dari kebutuhan pasokan listrik.”Khususnya ketika sedang operasi,” cetus pria yang juga menjadi Ketua PSSI Lobar tersebut.

Dengan kondisi saat ini, pihak RSUD Tripat mengaku akan berkoordinasi dengan PLN NTB. Bagaimana agar pemadaman listrik tidak berdampak pada kerusakan alat medis.

“Kita akan minta ketika pemadaman listrik terjadi, pihak PLN tidak langsung menghidupkan beberapa detik setelahnya. Bisa diberikan jeda waktu agar tidak merusak alat medis di rumah sakit,” ungkapnya. Daya listrik yang dibutuhkan oleh RSUD Tripat dikatakan Arbain saat ini mencapai 500.000 watt.

Terpisah, Asisten Manajer Komunikasi PLN NTB Rofia Fitri mengaku terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah ini terjadi akibat pemeliharaan sejumlah mesin pembangkit listrik yang ada di Lombok. Dalam kondisi normal, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 270 MW, dengan beban puncak mencapai 259 MW.

Dengan adanya pemeliharaan pembangkit dan menurunnya kemampuan beberapa PLTMH (tenaga air) membuat daya mampu sistem kelistrikan Lombok saat ini hanya sebesar 223 MW. Sehingga Lombok memiliki defisit daya listrik sebesar 36 MW.  “Di PLTU Jeranjang juga ada gangguan unit 1 dengan kapasitas 25 MW,” akunya.

Sehingga dengan kondisi ini, beberapa upaya yang dilakukan PLN untuk memenuhi kebutuhan daya listrik antara lain dengan mempercepat pengoperasian PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW. PLTMGU Lombok Peaker direncanakan dapat memperkuat sistem kelistrikan Lombok pada akhir Desember 2019.

Selain itu PLN juga mempercepat proses pemeliharaan beberapa unit pembangkit yang ada di PLTD Ampenan dan PLTD Paokmotong yang saat ini sedang memasuki masa pemeliharaan.

Pertumbuhan penggunaan beban listrik di NTB pada beberapa bulan terakhir dikatakan pihak PLN NTB cukup signifikan. Pada bulan Januari 2019, beban hanya mencapai 225 MW. Per Nopember beban meningkat menjadi 259 MW. Naik sebesar 34 MW dalam kurun waktu 10 bulan. (ton/r3)

Berita Lainnya

Pastikan Ujian Nasional Dihapus

Redaksi Lombok Post

Di Bawah Bayang-Bayang PT Gili Trawangan Indah

Redaksi Lombok Post

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post