Lombok Post
Poltekpar Lombok Today

Mahasiswa PKL ke Tana Toraja

SEBANYAK 35 mahasiswa program studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW ), mengikuti kegiatan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mengusung tema Culture and Heritage, kegiatan ini dilakukan dari tanggal 10-14 November 2019. Selama lima hari, para mahasiswa melakukan kunjungan destinasi wisata sejarah serta budaya yang ada di Tana Toraja dan Makassar.

Tidak hanya sekedar mengamati, namun seluruh peserta PKL diwajibkan untuk mempraktikan diri sebagai pemandu wisata. Mereka juga ditugaskan untuk membuat paket tour, bagaimana mengatur jadwal serta acara untuk dipresentasikan setelah kegiatan selesai.

“Seluruh mahasiswa yang melakukan kegiatan ini berasal dari semester 5, dan hanya satu rombongan kelas yang mengikuti untuk tahun ini. Sedangkan dua kelas yang lainnya sedang melakukan Praktik Kerja Nyata, sistemnya bergiliran. Jadi dua kelas lainnya akan menyusul pada semester berikutnya,” ujar Anas Pattaray, selaku dosen koordinator PKL Poltekpar 2019.

Selain itu, mahasiswa juga didampingi oleh wakil direktur Poltekpar Lombok, Farid Said. Farid yang juga sebagai dosen prodi UPW, banyak memberikan masukan serta informasi kepada mahasiswa PKL. Seperti tata cara memandu wisatawan, mengenalkan budaya Tana Toraja, memberikan informasi tentang kota Makassar, serta mengevaluasi kegiatan PKL pada malam terakhir kegiatan. Seperti yang diketahui, pria asal Makassar tersebut sudah memiliki pengalaman selama 10 tahun menjadi pemandu wisata di Tana Toraja.

Saat tiba di Tana Toraja, para mahasiswa langsung menuju Lemo. Salah satu pemakaman adat suku setempat yang berada di dinding tebing. Cara penguburan di Lemo dilakukan dengan memahat lubang secara manual. Cara tersebut sudah dilakukan secara turun temurun, sejak ratusan tahun yang lalu oleh nenek moyang mereka.

Selanjutnya, peserta PKL mengunjungi destinasi wisata bernama Londa. Londa merupakan sebuah goa yang memiliki ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang di dalamnya. Tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut sudah berumur ratusan tahun lamanya.

“Tidak jauh dari destinasi wisata Lemo, kami berkunjung ke sebuah goa yang bernama Londa. Sama seperti Lemo, Londa juga merupakan pemakaman manusia yang sudah berusia ratusan tahun,” tambah Anas.

Setelah menyambangi dua lokasi pemakaman adat Tana Toraja, maha siswa program studi UPW diajak ke Desa Kete Kesu dan pusat tenun daerah Tana Toraja ber nama Sa’dan. Disana mereka dapat menyaksikan secara langsung, seperti apa jejeran rumah adat yang sudah berusia 300 tahun lebih.

“Dari seluruh destinasi wisata yang kami kunjungi, setiap lokasi dipandu oleh beberapa mahasiswa. Sebab tujuan utama dari PKL ini adalah untuk mempraktikan secara langsung, bagaimana tata cara tour guide ketika memandu wisatawan,” kata lelaki yang berasal dari Sumbawa tersebut.

“Tidak hanya di lokasi, namun di kendaraan selama perjalanan juga mereka kami wajibkan untuk praktik. Jadi selama perjalanan di bus, para mahasiswa mempresentasikan destinasi wisata secara bergiliran,” tambahnya.

Setelah mengunjungi destinasi wisata yang ada di Tana Toraja, kegiatan dilanjutkan dengan berkunjung ke Poltekpar Makassar. Selama disana, para mahasiswa  dipersilahkan untuk melakukan tour campus. Dan kegiatan PKL ini ditutup dengan berkeliling ke kota Makassar, mengunjungi tempattempat wisata yang ada di sana sebelum terbang kembali ke Lombok. (cr-ira/lrs)

Berita Lainnya

Lombok Harus Gencar Halal Tourism

Redaksi Lombok Post

Gelar Lombok Tabex November Mendatang

Redaksi Lombok Post

Gelar Gala Dinner Event Hingga Desember

Redaksi Lombok Post

Peran Dosen di Kancah Internasional

Redaksi Lombok Post

Rutin Gelar Bakti Wisata

Redaksi Lombok Post

320 Mahasiswa Baru Widyawisata ke Industri

Redaksi Lombok Post

Turut Mengembangkan SDM Pariwisata Labuan Bajo

Redaksi Lombok Post

Peningkatan Kompetensi SDM di Mandalika

Redaksi Lombok Post

Kemenpar Berikan Pelatihan TOT Desa Wisata kepada 20 Dosen

Redaksi Lombok Post